Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Seorang Sopir Taksi Beri Nasihat Soal Balas Budi Anak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video yang memperlihatkan seorang sopir taksi memberikan nasihat pada sesama orang tua agar tak mengharap balas budi anak viral di media sosial. Dalam video yang diunggah oleh sebuah akun TikTok, sopir taksi yang sudah berusia 70 tahun tersebut tampak ngobrol dengan penumpangnya.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan di video, sopir taksi tersebut sudah memiliki 5 orang anak dan 8 cucu. "Obrolan random dengan bapak sopir taksi Blue Bird usia 70 tahun yang memiliki 5 anak dan 8 cucu," tulis penumpang taksi tersebut dalam videonya.
Sopir taksi menyebut, sebagai orang tua jangan mengharap imbalan dari membesarkan anak. Menurutnya, jika orang tua mempunyai harapan akan hal itu dan harapan tersebut meleset, maka hanya akan menambah beban pikiran yang berujung jatuh sakit.
"Jangan sekali-kali mengharapkan (balasan) anak, jangan mengharapkan sama imbalannya anak," ujar sopir taksi dalam video tersebut. "Lho kita mulai anak lahir itu kita berjuang untuk anak, kalau kita mengharapkan (balasan), itu kalau harapannya nggak meleset nggak apa-apa, tapi kalau harapan kita meleset, kita kecewa, kalau kita sudah kecewa, kita sakit," lanjutnya.
Mendengar wejangan dari sopir taksi, sang penumpang lantas teringat pada kedua orang tuanya. Ia menyebut apa yang disampaikan oleh sang sopir taksi bisa membuatnya menangis.
"Jujur aku langsung terpikir mama papa di rumah. Makasih ya Pak, kalau kalian ngerti arti dari omongan si bapak pasti kalian akan menangis," ujar sang penumpang.
Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka sepakat dengan wejangan bapak sopir taksi. Ada juga yang mempunyai pendapat lain.
"Yang aku tangkap dari perkataan bapak ini kenapa jangan mengharapkan, karena anak itu cuma titipan, jadi ya tanggung jawab orang tua untuk memebsarkan," ujar salah seorang warganet.
"Aku setuju dengan orang tua yang enggak menjadikan anak sebagai tabungan masa tua, tapi aku juga setuju anak itu harus berbakti sama orang tua. Ada bedanya ya," tulis warganet lain.
"Prinsip ortu ku nggak mau jadi beban anak-anaknya, sebisa mungkin nyiapin tabungan untuk masa tua. Anak sudah bisa mandiri ngebiayain segala sesuatunya sendiri," ujar warganet lain.
"Kehidupan seseorang jangan bergantung pada siapapun, selagi masih bisa sendiri lakuin sendiri, berharap aja pada yang kuasa," tulis warganet lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 929 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 772 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 586 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 549 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik