Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Tabanan Siap Pembelajaran Tatap Muka, Tapi Masih Level 4 PPKM
BERITABALI.COM, TABANAN.
Dinas Pendidikan Tabanan menyebut siap untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Tapi, saat ini Tabanan masih dalam level empat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang secara otomatis pembelajaran tatap muka tidak bisa dilakukan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra menjelaskan, dengan status masih level 4 Tabanan sejauh ini masih menerapkan pembelajaran daring/online. Untuk kesiapan PTM, ia menyebutkan seluruh sekolah sudah siap, hanya tinggal menunggu perkembangan kondisi kasus melandai dan persetujuan dari Pimpinan Daerah (Bupati Tabanan).
Apalagi untuk seluruh siswa khususnya SMP sudah sepenuhnya mendapatkan vaksinasi. Meskipun ada yang tertunda lantaran sejumlah faktor kesehatan, jumlahnya juga sedikit dan akan menyusul untuk vaksinasi.
“Nanti kalau sudah level tiga baru usulkan ke pimpinan daerah untuk artinya mendapat kebijakan mengadakan PTM terbatas,” ujarnya Senin, (30/8).
Begitupun nantinya jika PTM terbatas benar-benar dilakukan di Tabanan, lanjut kata Nyoman Putra, yang menjadi perhatian utama atau terus akan dimonitoring yakni perihal pelaksanaan protokol kesehatan.
“Tidak boleh abai prokes, dan ini akan terus kita kontrol saat PTM benar-benar nantinya diberlakukan. Apalagi sesuai Kemendikbud BOS juga digunakan untuk kebutuhan Covid19,” jelasnya.
Termasuk apakah kemungkinan PTM terbatas jika diterapkan akan dilakukan secara bertahap ataukah menyeluruh, tentunya melihat substansi kebijakan dari Bupati Tabanan.
“Intinya yang terbaik bagi anak-anak karena sudah dua tahun daring,” pungkasnya.
Terkait skema PTM yang akan diberlakukan nantinya, karena tidak ada perubahan regulasi dari pusat maka pelaksanaan PTM terbatas masih mengacu pada formulasi yang sudah dirancang oleh Dinas Pendidikan Tabanan sebelumnya.
Dimana untuk PTM terbatas skemanya satu anak hanya akan sekolah dua kali dalam seminggu. Misalnya saja untuk penerapan di salah satu SMP dibagi dua sesi dengan jumlah siswa 50 persen.
"Satu hari hanya satu tingkat dibagi dua shift, misalnya saja hari ini kelas 9 yang belajar tatap muka, besoknya giliran kelas 8, dan yang tidak tatap muka, siswa tetap belajar daring," jelasnya.
Pembelajaran tatap muka terbatas tidak ada jam istirahat untuk menghindari siswa membuka masker dalam jangka waktu lama. Dimana lama jam belajar anak hanya 45 menit per satu jam pembelajaran.
"Jadi hanya dua jam pembelajaran saja atau total 90 menit, itupun jika anak anak shift kedua sudah memasuki ruang kelas, barulah yang shift pertama dipulangkan, meminimalisir berpapasan agar tidak ada interaksi atau kerumunan di sekolah," jelasnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1418 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1076 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 919 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 813 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik