Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Keberlangsungan Hidup Komodo Terancam Punah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lembaga konservasi alam dunia (IUCN) menyatakan Keberlangsungan hidup Komodo sebagai sebuah spesies terancam punah akibat naiknya permukaan laut, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (4/9/2021).
IUCN, yang bertugas mendata spesies terancam punah di dunia, kini memasukkan komodo, binatang prasejarah langka yang hidup di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ke dalam daftar merah atau Red List berisi spesies-spesies yang terancam punah.
Karena permukaan air laut terus naik, IUCN mengatakan Komodo yang berhabitat di Kepulauan Komodo dan Pulau Flores terancam kehilangan ruang hidup.
Sementara para aktivis lingkungan di Manggarai Barat dan Indonesia juga khawatir komodo akan punah karena ruang hidup mereka kini semakin sempit akibat pembangunan infrastruktur pariwisata besar-besaran di beberapa pulau yang masuk dalam Taman Nasional Komodo.
UNESCO, badan pendidikan dan kebudayaan dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada Juli lalu telah meminta Indonesia untuk menghentikan pembangunan infrastruktur di Pulau Komodo karena bisa mengancam habitat binatang langka tersebut.
"Gagasan bahwa binatang prasejarah kini berada di ambang kepunahan akibat perubahan iklim adalah sangat mengerikan," kata Andre Terry direktur konservasi di Zoological Society, London Inggris.
IUCN pada Sabtu merilis laporan tentang kondisi 138.374 spesies tumbuhan, binatang, dan jamur di dunia. Lebih dari 25 persen spesies tersebut kini terancam punah.
Selain kabar buruk tentang komodo, laporan itu membawa kabar baik tentang spesies tuna yang menunjukkan tanda-tanda positif; Empat spesies tuna yang paling sering ditangkap kini berkembang biak pesat.
Tuna sirip biru atlantik, yang dagingnya diburu untuk sushi berharga mahal, kini tak lagi termasuk binatang terancam punah dan naik melewati tiga kategori untuk masuk ke golongan spesies least concern atau yang berisiko rendah untuk punah.
Sumber: Suara.com
IUCN menilai kebijakan negara-negara di dunia untuk membatasi penangkapan tuna di dunia telah berhasil mencegah ikan tersebut punah.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1432 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1215 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 662 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 558 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 527 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung