Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pasien Diabetes Tidak Disarankan Langsung Olahraga
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Olahraga penting bagi siapapun, sekalipun orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes. Hanya saja, program olahraga yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi fisik dan kesehatan.
Dokter spesialis keolahragaan dr. Michael Triangto, Sp.OK., mengatakan, pada hakikatnya, manusia yang sehat harus mampu memobilisasi diri sendiri dengan berjalan. Bukan dengan bantuan kursi roda maupun kendaraan.
"Jadi yang paling mudah adalah jalan bukan lari," kata dokter Michael, saat siaran langsung Instagram, Minggu (5/9/2021).
Untuk pasien diabetes harus memperhatikan kondisi fisik selama juga setelah berolahraga. Misalnya, kata dokter Michael, apakah ada keluhan sakit di lutut usai berjalan kaki.
Jika dirasa sakit, maka sebaiknya berkonsultasi kembali dengan dokter untuk dibuatkan program olahraga yang lain. Tetapi, jika tidak ada keluhan apa pun bisa dilanjutkan. Meski begitu, dokter Michael menekankan bahwa perlu pengukuran kondisi fisik sebelum dan sesudah olahraga.
"Ukur kadar gula darah. Parameter kesehatannya harus dipakai kadar gula darah sebelum latihan, nadi sebelum latihan, tensi sebelum latihan, keluhan subjektif ada atau tidak. Sebab kalau tensi tinggi, kalau kadar gula darahnya terlalu rendah, kita mungkin tidak izinkan dia untuk olahraga dulu," ucapnya.
"Tidak berarti orang yang diabetes boleh langsung olahraga, harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu. Pada saat setelah selesai olahraga kita ukur lagi. Dengan demikian kita tahu dengan olahraga, misalnya 30 menit, berapa kadar gula darah yang dihasilkan dan dengan program jalan ada tidak keluhan," jelasnya.
Program olahraga yang dilakukan harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan juga karakter kesehatannya. Dokter Michael mengatakan, penyesuaian itu penting agar tidak terjadi gangguan kesehatan lain atau cidera saat olahraga.
"Selain itu juga kita harus memperhatikan ada keluhan apa yang terjadi selama berolahraga. Apakah ada keluhan pusing, mual, sakit kepala atau terlalu lelah. Itu harus dicatat semuanya. Dengan demikian kita dapat memutuskan apakah program latihan berikutnya masih tetap program yang sama atau membuat yang lain," pungkas dokter Michael.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan