Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Konflik Antara Sarjana PKI dan Sarjana PNI Terjadi Tahun 1964
Sejarah Kelam G30S 1965 di Bali (4)
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menjelang September 1965, konflik antara pendukung PNI dan PKI mulai terjadi di semua lapisan di Bali, termasuk di kalangan cerdik cendikia. Pada awal bulan Agustus 1964, ada musyawarah pembangunan antar sarjana daerah Bali di Denpasar.
Pada saat acara pembukaan, Gubernur Bali Anak Agung Gde Suteja berhalangan hadir karena mendapat tugas ke Jakarta.
Dikutip dari Buku "Sang Guru, Sebuah Memoar Tentang Perjuangan dan Pengabdian, Drs. I Nyoman, Sirna MPH", musyawarah ini penting karena hasilnya diharapkan dapat memberi kontribusi yang berarti bagi pembangunan Bali. Namun perseteruan politik yang kental ikut mempengaruhi acara.
Menurut Nyoman Sirna, dalam berbagai persidangan, peserta yang berafiliasi dengan PKI tampak selalu ingin memaksakan kehendaknya.
Akibatnya peserta lain langsung bereaksi. Saat itu, salah seorang pimpinan sidang IB Suanda Wisnawa, seorang sarjana yang juga anggota polisi militer dan perwira keamanan Istana Tampaksiring menunjukkan sikap tegas. Ia berhasil mengendalikan keadaan sehingga sarjana dari PKI tidak selalu mendominasi diskusi.
Setelah acara musyawarah pembangunan usai. para peserta simpatisan PKI mengadukan insiden di acara itu kepada Gubernur Suteja. Mendapat laporan semacam itu, Suteja marah besar.
Dia langsung memanggil Wisnawa ke kantor gubernur. Mayor Wisnawa memenuhi undangan gubernur tapi menolak untuk ditegur. Setelah dimarahi Gubernur Suteja, Wisnawa langsung pergi tanpa berpamitan pada gubernur.
Ketika situasi politik memanas, tindakan sekecil apapun bisa dinilai sebagai provokasi. Aksi-aksi sepihak yang disokong PKI di kalangan akar rumput, kerap kali menimbulkan keributan.
Kader dan simpatisan PKI sering melakukan penyabotan dan pengeroyokan, untuk merebut tanah pertanian atau aset lain. Akibatnya orang-orang yang merasa dianggap musuh oleh PKI akan merasa terancam.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun