Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Konflik Antara Sarjana PKI dan Sarjana PNI Terjadi Tahun 1964
Sejarah Kelam G30S 1965 di Bali (4)
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menjelang September 1965, konflik antara pendukung PNI dan PKI mulai terjadi di semua lapisan di Bali, termasuk di kalangan cerdik cendikia. Pada awal bulan Agustus 1964, ada musyawarah pembangunan antar sarjana daerah Bali di Denpasar.
Pada saat acara pembukaan, Gubernur Bali Anak Agung Gde Suteja berhalangan hadir karena mendapat tugas ke Jakarta.
Dikutip dari Buku "Sang Guru, Sebuah Memoar Tentang Perjuangan dan Pengabdian, Drs. I Nyoman, Sirna MPH", musyawarah ini penting karena hasilnya diharapkan dapat memberi kontribusi yang berarti bagi pembangunan Bali. Namun perseteruan politik yang kental ikut mempengaruhi acara.
Menurut Nyoman Sirna, dalam berbagai persidangan, peserta yang berafiliasi dengan PKI tampak selalu ingin memaksakan kehendaknya.
Akibatnya peserta lain langsung bereaksi. Saat itu, salah seorang pimpinan sidang IB Suanda Wisnawa, seorang sarjana yang juga anggota polisi militer dan perwira keamanan Istana Tampaksiring menunjukkan sikap tegas. Ia berhasil mengendalikan keadaan sehingga sarjana dari PKI tidak selalu mendominasi diskusi.
Setelah acara musyawarah pembangunan usai. para peserta simpatisan PKI mengadukan insiden di acara itu kepada Gubernur Suteja. Mendapat laporan semacam itu, Suteja marah besar.
Dia langsung memanggil Wisnawa ke kantor gubernur. Mayor Wisnawa memenuhi undangan gubernur tapi menolak untuk ditegur. Setelah dimarahi Gubernur Suteja, Wisnawa langsung pergi tanpa berpamitan pada gubernur.
Ketika situasi politik memanas, tindakan sekecil apapun bisa dinilai sebagai provokasi. Aksi-aksi sepihak yang disokong PKI di kalangan akar rumput, kerap kali menimbulkan keributan.
Kader dan simpatisan PKI sering melakukan penyabotan dan pengeroyokan, untuk merebut tanah pertanian atau aset lain. Akibatnya orang-orang yang merasa dianggap musuh oleh PKI akan merasa terancam.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan