Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Konflik Antara Sarjana PKI dan Sarjana PNI Terjadi Tahun 1964
Sejarah Kelam G30S 1965 di Bali (4)
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menjelang September 1965, konflik antara pendukung PNI dan PKI mulai terjadi di semua lapisan di Bali, termasuk di kalangan cerdik cendikia. Pada awal bulan Agustus 1964, ada musyawarah pembangunan antar sarjana daerah Bali di Denpasar.
Pada saat acara pembukaan, Gubernur Bali Anak Agung Gde Suteja berhalangan hadir karena mendapat tugas ke Jakarta.
Dikutip dari Buku "Sang Guru, Sebuah Memoar Tentang Perjuangan dan Pengabdian, Drs. I Nyoman, Sirna MPH", musyawarah ini penting karena hasilnya diharapkan dapat memberi kontribusi yang berarti bagi pembangunan Bali. Namun perseteruan politik yang kental ikut mempengaruhi acara.
Menurut Nyoman Sirna, dalam berbagai persidangan, peserta yang berafiliasi dengan PKI tampak selalu ingin memaksakan kehendaknya.
Akibatnya peserta lain langsung bereaksi. Saat itu, salah seorang pimpinan sidang IB Suanda Wisnawa, seorang sarjana yang juga anggota polisi militer dan perwira keamanan Istana Tampaksiring menunjukkan sikap tegas. Ia berhasil mengendalikan keadaan sehingga sarjana dari PKI tidak selalu mendominasi diskusi.
Setelah acara musyawarah pembangunan usai. para peserta simpatisan PKI mengadukan insiden di acara itu kepada Gubernur Suteja. Mendapat laporan semacam itu, Suteja marah besar.
Dia langsung memanggil Wisnawa ke kantor gubernur. Mayor Wisnawa memenuhi undangan gubernur tapi menolak untuk ditegur. Setelah dimarahi Gubernur Suteja, Wisnawa langsung pergi tanpa berpamitan pada gubernur.
Ketika situasi politik memanas, tindakan sekecil apapun bisa dinilai sebagai provokasi. Aksi-aksi sepihak yang disokong PKI di kalangan akar rumput, kerap kali menimbulkan keributan.
Kader dan simpatisan PKI sering melakukan penyabotan dan pengeroyokan, untuk merebut tanah pertanian atau aset lain. Akibatnya orang-orang yang merasa dianggap musuh oleh PKI akan merasa terancam.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan