Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
2 Rumah Disambar Petir Saat Cuaca Buruk, 14 Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya 14 orang tewas dan tiga lainnya luka-luka ketika dua rumah di barat laut Pakistan disambar petir. Menyadur WION News Senin (13/9/2021), cuaca buruk sudah mengancam daerah itu sejak Rabu.
Insiden itu terjadi di Torghar, daerah pegunungan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, di mana daerah itu sebelumnya sudah kacau karena hujan lebat dan tanah longsor.
"Sedikitnya 14 orang dari keluarga besar yang sama tewas setelah petir menyambar dua rumah yang berdekatan," kata Kamran Bangash, juru bicara provinsi itu.
Korban tewas karena tersambar petir itu termasuk lima anak-anak dan empat wanita, tambahnya. Musim hujan, yang biasanya berlangsung dari Juni hingga September, sangat penting untuk mengairi tanaman dan mengisi kembali persediaan air di seluruh anak benua India.
Namun laporan setiap tahun juga membawa berita tentang gelombang kehancuran. Dalam insiden serupa pada November 2019, sekitar 18 orang tewas tersambar petir di gurun Thar Pakistan.
Sebelumnya di Bangladesh, 16 orang dalam rombongan pengantin tewas disambar petir. Menyadur Guardian Kamis (05/08) pengantin wanita selamat saat peristiwa itu terjadi di Shibganj, distrik Chapainawabganj barat.
Seorang pejabat pemerintah, Sakib Al-Rabby mengatakan rombongan itu disambar petir ketika baru turun dari perahu untuk berlindung karena badai. Musim hujan tahunan sedang berlangsung di Bangladesh, di mana petir membunuh lebih dari 200 orang, kebanyakan petani di ladang mereka, setiap tahun.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan