Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 25 Juni 2026
Usai Minum Obat HIV, Warga Mendoyo Ditemukan Tewas
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Salah satu warga Kecamatan Mendoyo, Jembrana ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamarnya Sabtu (18/09/2021). Diduga korban Komang SP (27) yang berstatus belum kawin habis mengonsumsi obat anti virus HIV.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebelum ditemukan sudah menjadi mayat, korban sempat bertemu dengan temannya I Putu AAPP (20).
Dari keterangan temannya tersebut, sebelumnya pada Jumat (17/9/2021). korban terkahir kalinya ketemu di teras korban sekira pukul 20.00 WITA kemudian pukul 23.00 WITA dirinya pulang dan korban masing menonton video di handphone miliknya.
Korban diketahui meninggal saat Putu RS (31) Sabtu (18/9/2021) pukul 12.30 WITA Saksi saat itu hendak membawa pakaian kepada korban.
“Saya mau membawakan dia pakaian. Setelah pintu digedor, korban tidak ada respon, sehingga dirinya memutuskan bertanya kepada tetangga korban, diketahui korban masih di dalam kamarnya," terangnya.
Diketahui korban sudah meninggal, saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polsek Mendoyo. Kapolsek Mendoyo Kompol I Made Ariasa mengatakan, setelah menerima laporan pihaknya langsung mendayangi lokasi.
“Setelah diperiksa oleh tim medis Puskemas Mendoyo, koban di test PCR dengan hasilnya negatif. Korban diduga telah mengonsumsi obat anti virus HIV," ucapnya, Minggu (18/9/2021).
Korban dipastikan murni meninggal dunia tanpa ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dari hasil pemeriksaan yang lain, lanjut Karsa, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dari kemaluan korban keluar cairan air mani.
Dari hasil koordinasi, pihak keluarga menolak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menerima kejadian tersebut secara ikhlas.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun