Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Pilkada 2024, Bawaslu Dapat Menetapkan Plt
BERITABALI.COM, BADUNG.
Rapat Koordinasi Penyamaan Persepsi Penyelenggaraan Pemilu Terhadap Peraturan Perundang – Undangan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 memasuki hari terakhir
Yakni dengan menghadirkan Narasumber eksternal dari Dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana, I Dewa Gede Palguna, Sabtu (9/10). Terlihat hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Bali, I Ketut Rudia dan I Wayan Wirka, yang didampingi oleh Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses dan Hukum Bawaslu Bali, I Made Aji Swardhana, serta Pengampu Divisi Hukum Bawaslu Kabupaten atau Kota dan Ketua KPU Kabupaten atau Kota se-Bali.
Dalam pemaparannya, Dewa Palguna mengangkat isu hukum terkait dengan Legalitas Penyelenggara Pemilu Tahun 2024 di tengah wacana perpanjangan masa jabatan penyelenggara pemilu di tingkat Provinsi dan Kabupaten atau Kota.
“Pada faktanya, terkhusus Bawaslu, ada ribuan Anggota Bawaslu Daerah yang akan berakhir masa jabatannya di tengah tahapan Pemilu Serentak nanti, diantara rentang waktu juli sampai dengan september 2023,” tutur mantan Hakim Mahkamah Konstitusi tersebut.
Secara Hukum, masih menjadi perdebatan terkait dengan Anggota Bawaslu yang telah habis masa jabatannya di tengah tahapan penyelenggara Pemilu/Pilkada 2024, mengingat banyak Anggota yang akan berakhir masa jabatannya pada tahapan yang padat dan pararel antara tahapan Pemilu dan Pilkada.
“Masih menjadi perdebatan terkait Anggota Bawaslu yang telah habis masa jabatannya di tengah tahapan penyelenggara Pemilu atau Pilkada 2024, apakah masih bisa di perpanjang atau tidak? mengingat tahapan yang padat dan pararel antara tahapan pemilu dan pilkada,” ujar alumni Unpad itu.
Lebih lanjut, Dewa Palguna berpendapat bahwa Pemilihan anggota Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota, kendati melibatkan Pansel, pada dasarnya merupakan kewenangan Bawaslu sendiri sebagaimana diatur dalam Pasal 124 sampai dengan 131 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.
Hal tersebut menegaskan bahwa Bawaslu adalah Pejabat tata usaha negara, Sebab Bawaslu berwenang melakukan perbuatan tata usaha negara, dalam hal ini membuat Keputusan.
“Dengan bertolak dari Fakta Bawaslu merupakan Pejabat tata Usaha Negara, dan berdasarkan isu hukum bahwa Bawaslu akan menghadapi keadaan darurat. Sehingga dapat mengambil tindakan untuk menetapkan Plt (Pelaksana Tugas),” Jelas Dewa Palguna yang tergabung secara daring dalam forum tersebut.
Jika menelik Hukum Administrasi, Plt ditetapkan jika keadaan di mana masa jabatan pejabat sebelumnya telah berakhir sementara pejabat yang definitif belum ada (yang dalam konteks ini penyebabnya ialah tidak memungkinkan dilakukan seleksi akibat dari tahapan pemilu yang sedang berjalan nantinya.
Di akhir pemaparannya, Dewa Palguna berkesimpulan bahwa Bawaslu dapat menetapkan Plt. bagi Anggota Bawaslu Provinsi maupun Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota yang berakhir masa jabatannya ketika tahapan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 sedang berlangsung hingga tahapan Pemilu dan Pilkada dimaksud selesai.
“Saya berkesimpulan, Bawaslu dapat menetapkan Plt. bagi Anggota Bawaslu Provinsi maupun Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota yang berakhir masa jabatannya ketika tahapan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 sedang berlangsung hingga tahapan Pemilu dan Pilkada dimaksud selesai,” pungkasnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4460 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2224 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1010 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 947 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun