Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ditinggal Kerja, Pria Kaget Rumahnya Sudah Jadi Milik Orang Lain
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria di Inggris melapor polisi karena rumahnya jadi milik orang lain tanpa sepengetahuannya. Mike Hall yakin, ia sudah jadi korban penipuan.
Mike Hall memiliki sebuah rumah di Luton namun ia bekerja di luar kota, Wales Utara. Pada 20 Agustus, pendeta ini menerima telepon dari tetangganya di Luton bahwa rumahnya dimasuki seseorang dengan semua lampu menyala.
Hall langsung menuju ke rumahnya di Luton keesokan harinya dan mencoba masuk dari pintu depan dengan kunci yang ia miliki tapi gagal.
"Seorang pria membukakan pintu dan saya mendorongnya untuk masuk. Saya benar-benar tidak tahu apa yang dia lakukan di sana," katanya kepada You and Yours dari BBC Radio 4.
Ia mendapati semua perabotan miliknya seperti karpet, gorden dan semuanya sudah dikeluarkan dari rumah.
Pria itu berkata sedang melakukan pekerjaan pembangunan, yang dijawab oleh Tuan Hall: "Saya belum menjual rumah itu. Ini masih milik saya."
Hall menelepon polisi, tapi tukang itu pergi dan kembali dengan pemilik baru, yang mengatakan telah membeli rumah bertingkat itu pada bulan Juli.
"Kami mengakses dokumentasi Pendaftaran Tanah secara online untuk mengetahui siapa pemilik rumah dan kenyataannya pada 4 Agustus, muncul nama pria ini."
"Pada saat itu polisi berkata, 'Yah, tidak ada lagi yang bisa kita lakukan di sini. Ini masalah perdata; Anda harus meninggalkan rumah dan menghubungi pengacara Anda.'"
Hall kemudian menemui regu penipuan Polisi Bedfordshire dan menemukan bahwa SIMnya digunakan untuk menipu.
Mereka juga menemukan rincian rekening bank yang dibuat atas namanya untuk menerima hasil penjualan dan rekaman telepon rumah yang dicuri.
Rumah itu dijual kepada pemilik baru seharga £ 131.000 (Rp2,5 miliar) oleh orang yang menyamar sebagai Hall dan kini mereka memilikinya secara sah.
Pengacara yang terlibat dalam transaksi properti mengatakan ada penyelidikan polisi yang sedang berlangsung dan tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut.
"Kami akan terus bekerja sama dengan polisi, dan mematuhi kewajiban profesional kami," kata perusahaan itu.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5952 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2294 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2229 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan