Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Khasiat Air Tebing Menangis, Warga: Bisa Menang Pilkada
BERITABALI.COM, NTB.
Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah merasa penasaran dengan dinding terbelah yang ada di salah satu tebing jalur Bypass baru dari Bandara ke Mandalika. Saking penasarannya, orang nomor satu di NTB ini mencoba turun dari kendaraannya, ketika melintasi jalur ini.
Apalagi dalam beberapa pekan ini, lokasi ini viral dan seolah menjadi destinasi wisata yang baru. Hampir tiap hari warga datang ke lokasi ini untuk menghilangkan rasa penasaran dan yang lainnya mengambil air yang keluar dari dinding tebing yang terbelah tersebut.
Sejumlah warga yang datang dan mengambil air dari dinding tersebut percaya bahwa air ini bisa menyembuhkan penyakit. Tidak terkecuali Gubernur Zulkirflimansyah, merasa penasaran dengan dinding terbelah tersebut.
Ia pun datang ke lokasi dan mendapatkan sejumlah warga yang sedang mengisi air tebing menggunakan botol. Gubernur juga menanyakan khasiat dari air yang menyembul dari belahan dinding ini.
Jawaban warga cukup membuat gubernur tertawa. Pasalnya warga tersebut mengatakan khasiat air dinding ini manjur untuk menang Caleg, Pilkades atau Pilkada.
"Saya tanya ke orang tua di situ apa istimewanya? Katanya berkhasiat dan manjur untuk menang caleg, pilkades atau pilkada" ujar gubernur, dalam akun Facebook pribadinya, Rabu (3/11).
Ahli Geologi Kusnadi menjelaskan Bukit Menangis ini disusun oleh batuan andesit yang bersifat kompak dan kedap air. Batuan ini berwarna abu kehitaman dan merupakan warna segar. Sedikit sekali dijumpai retakan dari batuan ini.
Di bagian tengah lereng Bukit dijumpai intrusi dike vertikal. Akibat adanya intrusi dike ini terjadi retakan memanjang atas bawah dimana air keluar pada lereng yang dipotong.
Reporter: bbn/lom
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun