Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Usia 17, Nadia Nevita Rilis
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Memasuki usia sweet seventeen (17 tahun), Putu Nadia Nevita mempunyai cara tersendiri untuk memaknainya. Nadia Nevita, begitu panggilan akrabnya, mencoba untuk membangkitkan kembali kecintaan pada lagu anak daerah. Tepat di hari ulang tahunnya, Senin (8/11), Nadia melaunching lagu terbaru berjudul ‘Megending Rare’ di kanal youtube pribadinya.
“Hari ini (kemarin, red) kami mengadakan syukuran merayakan video baru berjudul Magending Rare. Kebetulan dilaunchingnya pas ulang tahun. Jadi semacam hadiah untuk diri sendiri sih sebenarnya,” ujar Nadia Nevita, di sela syukuran.
Lagu Magending Rare ini penggalian atas lagu anak-anak daerah Bali yang jumlahnya cukup banyak. Kemudian, lagu-lagu tersebut dirangkai (di-medley) menjadi satu buah karya baru.
Dari sejumlah lagu yang ada, sebanyak empat lagu anak Bali yang dimasukkan ke dalam lagu yakni Putri Cening Ayu, Made Cenik, Don Dapdape, serta Janger di bagian akhir. Menurut Nadia, ini adalah satu upaya untuk mengingatkan kembali anak-anak masa kini dengan lagu-lagu daerah.
“Di sisi saya me-recycle lagu-lagu tersebut dengan tema yang berbeda, serta aransemen yang beda pula. Harapannya, dengan diperbaharui dan dibalut nuansa kekinian, orang jadi mau mau mendengar lagi lagu-lagu rare zaman dulu. Begitu juga orang luar, harapannya mengetahui kalau di Bali masih hidup lagu anak daerah ini,” kata putri tercinta dari pasangan I Wayan Budi dan Desak Made Ambarini ini.
Sementara itu, produser musik Lagu Magending Rare, Iwan menjelaskan, lagu Nadia Nevita kali ini memang dibikin suatu yang beda.
“Kami tetap menonjolkan lagu rare-nya, tetapi di-upgrade bagian musiknya. Jadi unsur musik tradisional masih tetap dimasukkan, tapi menambahkan unsur bagian chord-nya ke jazz. Lebih ke arah pop alternatif. Selain itu, perpindahan lagunya juga kami bikin lebih smooth, tanpa meninggalkan kesan lagu rare itu sendiri,” terangnya.
Dikatakan, butuh waktu sebulan untuk menggarap karya baru ini. Dalam penggarapan, ada beberapa lagu daerah yang tidak bisa dimasukkan. “Ada beberapa lagu yang kami rasakan tidak bisa dimasukkan ke lagu, seperti lagu Meong Meong. Sehingga mana yang cocok, itu yang kami masukkan ke dalam lagu,” tandasnya.
Reporter: bbn/dmp
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2843 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1086 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 481 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 393 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun