Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Usia 17, Nadia Nevita Rilis
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Memasuki usia sweet seventeen (17 tahun), Putu Nadia Nevita mempunyai cara tersendiri untuk memaknainya. Nadia Nevita, begitu panggilan akrabnya, mencoba untuk membangkitkan kembali kecintaan pada lagu anak daerah. Tepat di hari ulang tahunnya, Senin (8/11), Nadia melaunching lagu terbaru berjudul ‘Megending Rare’ di kanal youtube pribadinya.
“Hari ini (kemarin, red) kami mengadakan syukuran merayakan video baru berjudul Magending Rare. Kebetulan dilaunchingnya pas ulang tahun. Jadi semacam hadiah untuk diri sendiri sih sebenarnya,” ujar Nadia Nevita, di sela syukuran.
Lagu Magending Rare ini penggalian atas lagu anak-anak daerah Bali yang jumlahnya cukup banyak. Kemudian, lagu-lagu tersebut dirangkai (di-medley) menjadi satu buah karya baru.
Dari sejumlah lagu yang ada, sebanyak empat lagu anak Bali yang dimasukkan ke dalam lagu yakni Putri Cening Ayu, Made Cenik, Don Dapdape, serta Janger di bagian akhir. Menurut Nadia, ini adalah satu upaya untuk mengingatkan kembali anak-anak masa kini dengan lagu-lagu daerah.
“Di sisi saya me-recycle lagu-lagu tersebut dengan tema yang berbeda, serta aransemen yang beda pula. Harapannya, dengan diperbaharui dan dibalut nuansa kekinian, orang jadi mau mau mendengar lagi lagu-lagu rare zaman dulu. Begitu juga orang luar, harapannya mengetahui kalau di Bali masih hidup lagu anak daerah ini,” kata putri tercinta dari pasangan I Wayan Budi dan Desak Made Ambarini ini.
Sementara itu, produser musik Lagu Magending Rare, Iwan menjelaskan, lagu Nadia Nevita kali ini memang dibikin suatu yang beda.
“Kami tetap menonjolkan lagu rare-nya, tetapi di-upgrade bagian musiknya. Jadi unsur musik tradisional masih tetap dimasukkan, tapi menambahkan unsur bagian chord-nya ke jazz. Lebih ke arah pop alternatif. Selain itu, perpindahan lagunya juga kami bikin lebih smooth, tanpa meninggalkan kesan lagu rare itu sendiri,” terangnya.
Dikatakan, butuh waktu sebulan untuk menggarap karya baru ini. Dalam penggarapan, ada beberapa lagu daerah yang tidak bisa dimasukkan. “Ada beberapa lagu yang kami rasakan tidak bisa dimasukkan ke lagu, seperti lagu Meong Meong. Sehingga mana yang cocok, itu yang kami masukkan ke dalam lagu,” tandasnya.
Reporter: bbn/dmp
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 933 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 773 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 589 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 550 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik