Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Rumah Warga Jembrana Rusak Diterjang Angin Kencang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rumah milik Ni Wayan Suedi (66) di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkar Agung, Jembrana rusak berat akibat hujan deras disertai angin kencang pada Kamis (11/11/2021) lalu.
Pemilik rumah Wayan Suedi, Sabtu (13/11/2021), mengatakan, saat kejadian dia baru selesai membersihkan rumah tua tersebut.
"Ketika saya keluar rumah tiba-tiba atap rumah bagian selatan tepatnya di atas dapur ambruk. Rumah ini memang sudah tua," jelasnya.
Rumah tua dengan dua kamar sebelumnya ditempati bersama suaminya beserta anak dan menantunya. Namun setelah suaminya meninggal Wayan Suendi tingga sendirian sedangkan anaknya sudah mendapatkan bedah rumah.
Pasca rumah mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang, Ni Wayan Suedi sementara mengungsi ke rumah anaknya.
Saat ini Suedi telah mendapatkan bantuan dari Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Bantuan tersebut berupa bantuan kedaruratan dari Kementrian Sosial seperti kasur,tenda, dan peralatan dapur keluarga.
Selain mendapatkan bantuan dari pemerintah, Suedi juga memperoleh bantuan berupa paket sembako dari salah satu komunitas relawan di Jembrana.
Masyarakat diharapkan agar lebih waspada seperti sekarang ini cuaca buruk yang kerap terjadi.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5998 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4679 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2658 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2320 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan