Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Bocah SMP Tewas Saat Ngelawang, Ortu Diminta Awasi Anak
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kejadian bocah SMP I Komang Barat Napoleon, 12, yang tewas ditabrak sepeda motor saat Ngelawang ditanggapi Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali.
Komisoner KPPAD Bali Made Aryasa mengaku prihatin dan meminta peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mesti lebih ditingkatkan lagi. Apalagi, anak-anak melakukan Ngelawang sampai malam.
"Tadi malam tiang juga menemukan puluhan anak tanpa Prokes mengikuti kegiatan Nglawang Barong di wilayah Tojan Pering Blahbatuh," ujarnya, Senin (15/11).
Made Aryasa melihat, sama sekali tidak ada pendampingan oleh orang dewasa sekaligus mengawasi dan menjamin perlindungan anak-anak tersebut selama di jalanan.
"Tiang melihat dengan mata sendiri anak-anak tersebut tidak peduli dengan padatnya lalu lintas bahkan tidak ada penerangan di jalanan yang cukup gelap," jelas komisioner asal Desa Mas, Ubud ini.
Syukur kegiatan yang di area Blahbatuh tersebut tidak ada kejadian kecelakaan atau kekerasan lainnya terhadap anak-anak.
"Tetapi kejadian kecelakaan yang memakan korban meninggal ini betul-betul sangat menyedihkan dan menjadi peringatan keras para orang tua," tegasnya.
Termasuk kepekaan masyarakat dan juga aparat keamanan wilayah adat maupun kepolisian agar kejadian tersebut dijadikan tamparan positif untuk meningkatkan perhatian.
"Kebetulan saya sebagai Komisioner bidang Pendidikan, kegiatan Kebudayan dan kegiatan waktu luang, sangat relevan dengan masalah seperti tersebut karena wadah dan tujuan positif kegiatan Ngelawang Barong Bangkung tercederai oleh pengabaian lingkungan masyarakat dengan membiarkan anak-anak tanpa ada pengawasan," ujarnya.
Namun demikian, Made Aryasa sangat mendukung berbagai kegiatan positif bidang Seni Budaya dan mengisi waktu luang saar liburan hari raya sekaligus sebagai bagian pelestarian Budaya Bali seperti Barong Nglawang ini.
"Yang penting diingatkan dengan tegas agar mengajak pendamping dan pengawas yg dewasa untuk menjamin keamanan dan keselamatan Anak dan kegiatannya," pintanya.
Buat orang tua dan masyarakat khususnya pejabat dan petugas keamanan tingkat banjar dan desa adat, Aryasa menghimbau agar ikut memberikan pengawasan dan keamanan untuk kegiatan anak-anak seperti ini agar tidak terulang lagi kejadian yang sama atau bahkan ada potensi bentuk kekerasan lainnya seperti ada anak-anak yang minum mabuk dan berkelahi.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1411 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1072 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 913 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 811 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik