Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Tirukan "Salam dari Binjai" Bocah Ini Berakhir di Tukang Urut
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang bocah yang sok-sokan menirukan trend 'salam dari binjai' malah berakhir cedera tangan viral di media sosial.
Aksi memilukan tersebut berhasil terekam dalam unggahan video di akun instagram @fakta.indo belum lama ini.
"Bocah menirukan salam dari binjai yang sedang viral. Lihat endingnya," tulis keterangan caption akun tersebut.
Dalam video itu awalnya menampilkan dua bocah laki-laki yang berdiri di depan pohon pisang hendak menirukan trend 'salam dari binjai'.
Kemudian bocah laki-laki yang mengenakan pakaian berwarna abu-abu memulai aksinya dengan meninju pohon pisang dengan penuh semangat. Sedangkan bocah laki-laki yang mengenakan pakaian berwarna kuning terlihat hanya menonton saja.
Rupanya diakhir video, bocah laki-laki yang telah melakukan trend 'salam dari binjai' justru merengek kesakitan ketika tangannya di urut oleh seseorang. Diduga tangan bocah laki-laki itu mengalami cidera atau keseleo seusai melakukan trend 'salam dari binjai'.
Hingga kini belum diketahui pasti dimana lokasi bocah laki-laki yang menirukan trend 'salam dari binjai' berakhir mengenaskan tersebut.
Unggahan video yang telah ditonton 648.309 ini langsung dibanjiri komentar warganet. Tak sedikit dari mereka justru meledek aksi bocah laki-laki tersebut.
"Jadi salam dari tukang urut dong," ujar akun @hendra_rachmat**.
"Akibat contoh yang tidak mendidik," celetuk akun @sanger**.
"Makanya gak usah banyak gaya dek," ungkap akun @amumau**.
"Mau bilang sukurin tapi kasian," tandas akun @yohanesivan**.
Seperti kita ketahui trend 'salam dari binjai' sendiri viral di media sosial gara-gara konten seorang pria di TikTok. Konten tersebut memperlihatkan seorang pria yang menunjukkan aksinya meninju pohon pisang.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli