Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Pemuda Aniaya Pria yang Bentak Ibunya Sampai Menangis
BERITABALI.COM, NTB.
Seorang pemuda di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), berinisial MA (18 tahun) nekat menganiaya orang yang membentak dan hendak memukuli ibunya dengan sebilah badik.
Peristiwa menggemparkan ini terjadi pada Senin (22/11). MA yang tinggal di kawasan Taliwang akhirnya ditangkap tim Puma Satreskrim Polres Sumbawa Barat tanpa perlawanan.
Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Heru Muslimin melalui Kasi Humas, Ipda Eddy Soebandi mengatakan, bahwa peristiwa itu bermula ketika korban berinisial DI (28 tahun) tahun warga Taliwang berselisih paham dengan ibu pelaku.
Ibu pelaku bermaksud mengklarifikasi tentang telepon genggam yang hilang. Korban DI tidak terima dituduh menyembunyikan HP Cekcok mulut tidak terhindarkan.
Ibu MA pun pulang sambil menangis. Dia melaporkan aksi DI yang membentak bahkan hendak memukulnya. Mendengar cerita ibunya, MA naik pitam. Lantas mengambil sebilah badik dan mendatangi DI.
Dia menanyakan maksud DI membentak ibunya. MA kemudian membacok korban sehingga melukai kepala dan lutut kirinya.
“Pelaku menganiaya korban dengan sebilah badik. Akibatnya korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan luka robek pada lutut sebelah kiri,” ungkap Eddy, Selasa (24/11).
Pelaku di depan petugas mengakui perbuatannya. Dia dijerat Pasal 354 KUHP. Selanjutnya terduga pelaku bersama barang bukti diamankan di Mapolres Sumbawa Barat.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5494 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2315 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1124 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan