Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Penyu Terluka Parah Diterbangkan 8.000 Kilometer Untuk Diobati
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seekor penyu mendapat kesempatan untuk menjalani hidup baru di Skotlandia, setelah ditemukan terluka dan terjerat jaring di Maladewa.
April, seekor penyu lekang, dirawat di Pusat Rehabilitasi Penyu setelah diselamatkan di Atol Raa pada April 2019. Dokter hewan mengatakan April membutuhkan perawatan jangka panjang dan tidak akan bertahan hidup di alam liar.
Kini April telah dipindahkan sejauh 8.046 kilometer ke Sea Life, Loch Lomond di Balloch, Skotlandia dan menjadi bagian dari upaya konservasi penyu.
Saat ditemukan, April sedang mengambang di permukaan laut, terjerat jaring dengan kantong plastik di lehernya. Dia kehilangan sirip depan sebelah kanan karena jaring dan sirip depan kirinya terluka akibat gesekan kantong plastik.
Hasil X-ray mengungkap, April menderita infeksi paru-paru, yang kemungkinan menyebabkan organ tubuhnya itu rusak. Dokter hewan juga menemukan bahwa April menderita masalah daya apung dan tidak bisa sepenuhnya membenamkan dirinya di bawah air.
Dua badan lingkungan yang berbasis di Maladewa, Reefscapers dan Marine Savers, serta perusahaan akuarium Sea Life di Inggris dan badan amal konservasi, Sea Life Trust, bekerja sama dengan maskapai penerbangan IAG Cargo untuk menerbangkan April ke tempat barunya di Skotlandia.
April bergabung dengan lima penyu lainnya yang dibawa ke rumah baru mereka melalui Program Penyu Terbang (Flying Turtle Project).
Kathryn Angel, general manager Sea Life Loch Lomond, mengatakan: "Kami sangat senang menyambut April di keluarga Loch Lomond. Penyu sudah beradaptasi dengan lingkungan baru."
"Kedatangan satu penyu lagi benar-benar menyenangkan."
Dia menambahkan: "April menderita luka akibat polusi plastik, jadi dengan hadirnya April di sini, anak-anak benar-benar bisa melihat dampak polusi plastik pada penyu secara langsung."
Andy Torbet, duta Sea Life Trust, menambahkan: "Ketika Anda melihat penyu yang terluka dari dekat dan luka-luka yang disebabkan oleh jaring dan polusi plastik, isu semacam itu akan semakin sering terdengar."
Nama penyu lekang zaitun berasal dari warna cangkangnya.
Badan amal konservasi WWF mengatakan saat ini jumlah penyu lekang di dunia paling banyak dibandingkan semua penyu, tetapi rentan terhadap gangguan karena mereka bersarang hanya di beberapa tempat.{sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan