Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Warga Ini Ubah Limbah Minyak Jelantah Jadi Sabun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Warga Kota Bandarlampung tergabung dalam kelompok wanita penggiat lingkungan berbasis pengolahan limbah rumah tangga Nabbay Hanggum, mengedukasi masyarakat mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun bernilai ekonomis.
"Melihat banyaknya limbah minyak jelantah yang terbuang percuma di tengah masyarakat terlebih di dalam rumah tangga, kita mencoba mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan ulang limbah rumah tangga ini menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis," ujar Oktaviantimala.
Edukasi pengolahan limbah minyak jelantah tersebut kini menyasar pada segmentasi ibu rumah tangga serta pelaku usaha kecil.
"Edukasi dimulai dari ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil, sebab limbah jelantah banyak ditemukan di sini. Dalam edukasi ini kita meminta warga untuk tidak membuang limbah minyak jelantah ke saluran air, ataupun digunakan berulang sebab akan menimbulkan permasalahan lingkungan dan kesehatan," ucapnya.
Pengolahan limbah jelantah menjadi sabun dipilih karena cukup memberikan dampak ekonomis. Dengan modal sebanyak Rp3.000 ibu rumah tangga dapat menghasilkan 15 sampai 20 buah sabun yang bisa dipasarkan.
"Modal ini hanya butuh Rp3.000 untuk membeli soda api, sisanya hanya 600 mililiter limbah jelantah, dan satu gelas air sudah bisa menghasilkan 15-20 sabun yang bisa dijual," sambung dia.
Dalam mengumpulkan limbah minyak jelantah dari warga, telah berdiri pula 30 warung unit minyak jelantah yang tersebar di Kota Bandarlampung.
"Setelah kita edukasi, didirikan warung unit yang nantinya akan mengumpulkan limbah minyak jelantah dari warga. Ada yang memberi secara sukarela tapi kita juga menyediakan skema tukar dengan sembako," ujarnya.
Sebanyak 600 mililiter limbah minyak jelantah dihargai Rp2.000-Rp3.000 dan bisa ditukar dengan sembako. Dalam sekali mengumpulkan limbah dari rumah tangga dapat terkumpul sebanyak 230 hingga 270 kilogram jelantah bekas pakai.
"Untuk sabun ini sudah mulai dijual juga untuk souvenir, jadi dengan mengelola limbah rumah tangga selain kita sebagai ibu rumah tangga bisa menjaga lingkungan juga bisa menambah pendapatan dengan menjual produk hasil olahan limbah yang ada di rumah," katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6013 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2343 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan