Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 10 Juli 2026
Viral Video Gunung Semeru Erupsi Lagi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Video beredar di media sosial memperlihatkan kejadian Gunung Semeru yag diketahui kembali mengalami erupsi.
Diketahui, Gunung Semeru mengalami erupsi sekitar pukul 09.01 WIB, Kamis (16/12/2021).
Video tersebut direkam melalui kamera ponsel milik seorang relawan. Kemudian, video tersebut tersebar ke sejumlah jejaring media sosial dan layanan pesan singkat WhatsApp.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah relawan menjauh dari lokasi pencarian.
Menanggapi hal tersebut, PJ Kepala Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Abdul Azis membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, erupsi terjadi terlihat adanya awan panas guguran (APG).
Sementara itu, sejumlah warga telah dievakuasi ke lokasi aman.
"Untuk warga Curah Kobokan, sejuah ini sudah dievakuasi ke titik aman, berikut membawa barang-barangnya," kata Azis.
Erupsi Gunung Semeru terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi 16 menit 35 detik.
Saat ini status Gunung Semeru masih berada di aktivitas level II (waspada). Masyarakat, pengunjung dan wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor Tenggara-Selatan.
Selain itu, mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3646 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1295 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1217 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1056 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun