Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Kapal Kargo Tenggelam, 17 Tewas dan Puluhan Orang Hilang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah kapal kargo tenggelam di lepas pantai timur laut Madagaskar, menewaskan sedikitnya 17 orang dan 68 orang hilang.
Pihak berwenang Madagaskar mengungkapkan jika kapal kargo itu secara ilegal membawa 130 penumpang.
Setidaknya 45 orang telah diselamatkan dari perairan Samudra Hindia, menurut laporan dari Badan Pelabuhan Maritim dan Sungai Madagaskar.
Badan Pelabuhan mengungkapkan jika kapal kargo Francia meninggalkan kota Antanambe, di distrik timur Mananara Utara pada Senin (20/12/2021) dini hari waktu setempat. Kapal itu berlayar ke selatan menuju pelabuhan Soanierana Ivongo.
Direktur jenderal Badan Pelabuhan Maritim dan Sungai Jean Edmond Randrianantenaina mengatakan jika karena terdaftar sebagai kargo, kapal itu tidak berwenang mengangkut penumpang.
Jean Edmond juga mengungkapkan jika kapal tersebut diduga tenggelam setelah lambung kapal berlubang sehingga air bisa masuk.
"Berdasarkan informasi yang berhasil kami kumpulkan, air masuk ke ruang mesin. Air mulai naik dan menelan semua mesin," katanya.
"Kemudian kapal mulai tenggelam. Kami tidak tahu persis pukul berapa air mulai naik, tetapi intervensi kami mulai sekitar pukul 09.00 pagi (waktu setempat)," katanya.
Tiga kapal dari angkatan laut nasional dan badan maritim Madagaskar melanjutkan pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3649 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1311 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1059 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun