Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Kulit Kering Saat Cuaca Dingin, Bisa Karena Minuman Panas Ini
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kulit kering salah satu masalah kulit yang umum terjadi selama cuaca dingin. Bukan hanya efek cuaca, tetapi juga minuman panas yang biasa dikonsumsi saat musim dingin pun bisa menyebabkan kulit gatal dan bersisik.
Menurut Jennifer Mo, pakar nutrisi dan pendiri Pura Collagen, teh, kopi dan cokelat panas atau minuman panas yang menjadi penyebab utama kulit kering, kulit gatal dan bersisik.
Meskipun hidrasi adalah kunci menjaga kesehatan tubuh, konsumsi minuman panas saat cuaca dingin justru lebih menyebabkan kulit kering karena efek diuresisnya.
Dalam hal ini, kopi dan cokelat panas adalah penyebab utamanya. Karena, David E Banks, direktur Pusat Dermatologi, Kosmetik dan Bedah Laser mengatakan kafein bisa membuat kulit kering dari dalam.
"Konsumsi kafein yang terlalu banyak (lebih dari 5 cangkir teh atau kopi kental) akan memberikan efek diuretik, yang berarti ginjal akan menghasilkan lebih banyak urine," kata Jeni Pearce, seorang ahli diet dikutip dari Express.
Hal ini bisa memberikan efek dehidrasi. Apalagi, bila Anda mengonsumsi minuman berlakohol. Minuman beralkohol juga bersifat diuretik yang memberikan dalam dehidrasi lebih buruk pada tubuh.
Hal itu tidak hanya menyebabkan kulit kering, tetapi juga meningkatkan munculnya kerutan dan kulit kendur seiring waktu.
"Setiap kali Anda bisa secangkir kafein atau segelas anggur, pastikan Anda minum setidaknya 1 gelas air," kata David E Banks.
Karena, minum air dalam jumlah cukup adalah cara terbaik untuk merawat kulit Anda. Menurut NHS, kita harus minum 6-8 gelas air sehari.
Air adalah pilihan yang sehat dan murah untuk memuaskan dahaga. Apalagi, air juga tidak berkalori dan tidak mengandung gula yang merusak gigi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli