Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
PKL dan Tukang Parkir Ikut Jaga Kenyamanan Gereja
Perayaan Natal di Lombok
BERITABALI.COM, NTB.
Deretan lapak pedagang kaki lima (PKL) di samping Gereja Katolik Santa Maria Immaculata, Jalan Bung Karno, Kota Mataram ikut berinteraksi, saat para jemaat Kristiani melaksanakan Natal, Sabtu (25/12).
Walaupun hampir semua pedagang nasi di tempat ini merupakan umat Muslim, hubungan dengan pihak gereja terbangun dengan baik. Ketika banyak jemaat datang, para PKL pun senang dan melayani mereka makan.
Para pedagang muslim di tempat ini hidup berdampingan dengan para jemaat gereja yang datang beribadah.
Termasuk tukang parkir di sekitar lingkungan gereja. Pada saat Natal seperti ini, para tukang parkir ikut membantu parkir jemaat yang datang.
Sehingga pada saat Hari Natal seperti saat ini, pedagang dan tukang parkir muslim di tempat ini memberikan ucapan selamat Natal.
"Kita ucapin juga ke mereka Selamat Natal ya, kan kita saling menghargai," kata salah satu PKL di samping gereja.
Kerukunan antar umat beragama di tempat sekitaran gereja berkapasitas 2.000 orang tersebut terjalin dengan baik. Tidak hanya dengan umat kristiani. Mereka juga hidup damai dengan umat Hindu. Sebab 30 meter dari gereja ada Pura umat Hindu. Kemudian 50 meter ada Madjid.
Wujud kerukunan juga nampak pada saat Hari Raya Idul Fitri. Umat Kristiani juga membantu mereka dengan memberikan kambing.
Sebelumnya pada Jumat (14/12) malam, Jemaat Kristiani dan Katolik Kota Mataram khidmat beribadah Misa Natal di gereja. Mengingat masih suasana pandemi, jemaat tertib mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
Si Gereja St Maria Immaculata menggunakan kebijakan 50 persen dari daya tampung. Bahkan, pengurus gereja langsung menutup gerbang ketika maksimal kapasitas tercapai.
Jemaat yang terlambat datang tidak diperkenankan kembali masuk area ibadah pada Misa Malam Natal pertama pukul 17.00 WITA. Selanjutnya dipersilakan mengikuti Misa Malam Natal sesi kedua pukul 19.00 Wita.
Untuk keamanan perayaan Natal, jajaran Forkopimda Kota Mataram melaksanakan patroli pemantauan ibadah Misa Natal pada Jumat (24/12) mulai pukul 21.00 WITA.
Patroli dipimpin langsung Walikota Mataram, Mohan Roliskana. Diikuti Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, Dandim 1606/Mataram Letkol Arm Arif Rahman, Kajari Mataram Yusuf, dan Ketua Pengadilan Negeri Mataram Sri Sulastri.
Selain memantau dua gereja tersebut, patroli juga memantau pelaksanaan ibadah di Gereja St Antonius Ampenan, Mataram.
Di Lombok Tengah, pengamanan Natal dilaksanakan pukul 17.30 Wita secara mobiling dalam Operasi Lilin Rinjani 2021.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Hery Indra Cahyono menyampaikan pelaksanaan kegiatan pengamanan Natal dan tahun baru dilaksanakan secara humanis, komunikatif dan menghindari tindakan yang kontra produktif.
Pelaksanaan kegiatan patroli di wilayah kota Praya Lombok Tengah antara lain di Gereja GPPS Jemaat Praya, Gereja GPIB Praya dan Gereja komplek IPDN.
Sedangkan di wilayah Lombok Utara, tiga Pos disiagakan untuk pengamanan perayaan Hari Natal dan pergantian Tahun 2021, pada tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Kapolres Lombok Utara, AKBP I Wayan Sudarmanta, SIK MH menyampaikan, tiga posko yang disiagakan tersebar di tiga titik.
Yakni, Pos Pelayanan di Simpang 4 Pemenang, dan dua Pos Pengamanan di Pelabuhan Bangsal, Pemenang dan di perbatasan KLU, Kecamatan Pemenang. Dengan 111 personel gabungan Polri TNI dan Pemerintah Daerah KLU dilibatkan.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1392 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1059 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 900 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 801 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik