Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
4 Penyebab Telat Haid Selain Kehamilan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kehamilan sejauh ini merupakan penyebab paling umum telatnya haid atau menstruasi. Namun, ada beberapa faktor medis dan gaya hidup lain yang dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda. Nah, berikut ini penyebab telat haid yang menarik untuk diketahui.
Anda mungkin melewatkan menstruasi selama satu atau dua bulan, atau Anda mungkin mengalami amenore total. Amenore total yaitu tidak ada menstruasi selama tiga bulan atau lebih secara berturut-turut.
Bagi perempuan yang telat haid, tentunya itu membuat was-was. Lantas, apa penyebab telat haid selain kehamilan? Untuk lebih jelasnya, simak berikut ini penjelasannya yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Stres
Stres yang intens dapat mengganggu produksi gonadotropin, yakni hormon yang mengatur ovulasi dan siklus menstruasi. Baik stres fisik maupun psikologis dapat menyebabkan periode haid menjadi tertunda.
Kehilangan satu periode haid saat mengalami situasi yang sangat menegangkan bukanlah hal yang aneh. Namun, jika Anda mengalami stres berkepanjangan dan melewatkan lebih dari satu periode haid, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
2. Penyakit
Adanya penyakit dalam tubuh juga bisa menjadi penyebab telat haid. Adapun kondisi kronis yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi Anda meliputi: penyakit tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), tumor hipofisis, penyakit kelenjar adrenal, kista ovarium, disfungsi hati, dan diabetes.
3. Obat-obatan
Beberapa obat, seperti antidepresan, antipsikotik, obat tiroid, antikonvulsan, dan beberapa obat kemoterapi, dapat menyebabkan menstruasi tertunda. Kontrasepsi hormonal seperti Depo-Provera, MiniPill yang hanya mengandung progesteron, IUD Mirena, dan Nexplanon juga dapat memengaruhi siklus haid Anda.
4. Perubahan berat badan
Kelebihan berat badan, kekurangan berat badan, atau mengalami perubahan berat badan yang drastis dapat memengaruhi siklus haid Anda. Obesitas mempengaruhi regulasi estrogen dan progesteron dan bahkan dapat menyebabkan masalah dengan kesuburan.
Perubahan berat badan yang cepat karena penyakit, pengobatan, atau perubahan pola makan dapat mengganggu produksi atau pelepasan hormon. Pada gilirannya, ini dapat menyebabkan Anda melewatkan satu periode atau lebih haid.(sumber: suara.com).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan