Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
4 Penyebab Telat Haid Selain Kehamilan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kehamilan sejauh ini merupakan penyebab paling umum telatnya haid atau menstruasi. Namun, ada beberapa faktor medis dan gaya hidup lain yang dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda. Nah, berikut ini penyebab telat haid yang menarik untuk diketahui.
Anda mungkin melewatkan menstruasi selama satu atau dua bulan, atau Anda mungkin mengalami amenore total. Amenore total yaitu tidak ada menstruasi selama tiga bulan atau lebih secara berturut-turut.
Bagi perempuan yang telat haid, tentunya itu membuat was-was. Lantas, apa penyebab telat haid selain kehamilan? Untuk lebih jelasnya, simak berikut ini penjelasannya yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Stres
Stres yang intens dapat mengganggu produksi gonadotropin, yakni hormon yang mengatur ovulasi dan siklus menstruasi. Baik stres fisik maupun psikologis dapat menyebabkan periode haid menjadi tertunda.
Kehilangan satu periode haid saat mengalami situasi yang sangat menegangkan bukanlah hal yang aneh. Namun, jika Anda mengalami stres berkepanjangan dan melewatkan lebih dari satu periode haid, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
2. Penyakit
Adanya penyakit dalam tubuh juga bisa menjadi penyebab telat haid. Adapun kondisi kronis yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi Anda meliputi: penyakit tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), tumor hipofisis, penyakit kelenjar adrenal, kista ovarium, disfungsi hati, dan diabetes.
3. Obat-obatan
Beberapa obat, seperti antidepresan, antipsikotik, obat tiroid, antikonvulsan, dan beberapa obat kemoterapi, dapat menyebabkan menstruasi tertunda. Kontrasepsi hormonal seperti Depo-Provera, MiniPill yang hanya mengandung progesteron, IUD Mirena, dan Nexplanon juga dapat memengaruhi siklus haid Anda.
4. Perubahan berat badan
Kelebihan berat badan, kekurangan berat badan, atau mengalami perubahan berat badan yang drastis dapat memengaruhi siklus haid Anda. Obesitas mempengaruhi regulasi estrogen dan progesteron dan bahkan dapat menyebabkan masalah dengan kesuburan.
Perubahan berat badan yang cepat karena penyakit, pengobatan, atau perubahan pola makan dapat mengganggu produksi atau pelepasan hormon. Pada gilirannya, ini dapat menyebabkan Anda melewatkan satu periode atau lebih haid.(sumber: suara.com).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun