Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Video Botol Miras Berserakan di Gunung Rinjani

Rabu, 29 Desember 2021, 20:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Video Botol Miras Berserakan di Gunung Rinjani.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Aksi clean up Gunung Rinjani oleh komunitas Rinjani Meriri yang digelar 22-25 Desember 2021, mengumpulkan 270 kilogram sampah. 

Sampah plastik paling banyak ditemukan oleh komunitas pecinta Rinjani tersebut. Uniknya, ratusan botol diduga botol miras ditemukan berserakan di Rinjani. Botol-botol tersebut kemudian diangkut untuk diturunkan dari gunung.

Dalam video yang beredar, komunitas Rinjani Meriri memperlihatkan sampah botol miras yang dikumpulkan. 

“Alhamdulillah ini hasil sampah pungutan teman-teman pecinta alam, acaranya Rinjani Meriri yang dilakukan oleh Taman Nasional Gunung Rinjani,” kata seseorang dalam video.

AMH, salah satu dari Komunitas Meriri saat dihubungi BeritaBali via WhatsApp menerangkan, bahwa ada warga dari masyarakat Sembalun, Lombok Timur dulunya berjualan di Pelawangan Sembalun. Tempat camp terakhir kalau menuju summit atau puncak Rinjani. Dan miras adalah salah satunya item yang dijual.

"Tapi kurang tahu pastinya siapa. Mereka jualan di Pelawangan," terang AMH via WhatsApp, Rabu (29/12).

Sebenarnya kata AMH, bir atau miras itu dulu diperjual belikan untuk wisatawan mancanegara. Dengan alasan sebagai minuman penghangat bagi mereka. Tapi tidak menutup kemungkinan, wisatawan lokal pun juga bisa membelinya.

Setelah beberapa kali pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani melakukan clean up, banyak sekali botol-botol sisa minuman tersebut berserakan di lingkungan Pelawangan. Sehingga pihak Balai Taman Nasional melarang untuk berjualan lagi di Pelawangan Rinjani.

"Dan setahu saya juga, cuma di Pelawangan Rinjani saja tempat botol-botol bir itu berserakan. Kalau wisata danau Segar Anak, tidak pernah saya temukan. Karena cuman di Pelawangan Sembalun saja tempat orang berjualan pada saat itu," jelas AMH.

Aksi bersih-bersih di akhir tahun memang rutin digelar pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani bersama komunitas peduli lingkungan. Apalagi saat ini aktivitas pendakian Gunung Rinjani ditutup selama tiga bulan. 

Penutupan tersebut berdasarkan surat pengumuman Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Nomor PG.17/T.39/TU/KSA/12/2021 tentang Penutupan Destinasi Wisata Alam Gunung Rinjani. Kepala Balai TNGR Dedy Asriady menandantangani surat tersebut pada 21 Desember 2021.

“Bagi pengunjung yang akan melakukan kegiatan pendakian tanggal 31 Desember 2021 diwajibkan segera melakukan cek out maksimal tanggal 2 Januari 2022 di masing-masing pintu pendakian,” bunyi surat pengumuman tersebut.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami