Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Kak Seto: Kurikulum Boleh Berganti, Sekolah Harus Tetap Ramah Anak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, mengingatkan agar setiap perubahan kurikulum pendidikan selalu mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta mampu menghadirkan kebahagiaan bagi peserta didik.
Pesan tersebut disampaikan Kak Seto saat menjadi narasumber dalam Workshop Buleleng Excellent Teacher 2026 yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Sabtu (11/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Kak Seto menilai pergantian kurikulum merupakan hal yang wajar dalam dunia pendidikan. Namun, ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus tetap berorientasi pada hak dan kebutuhan anak sebagai prioritas utama.
Baca juga:
Kak Seto Ingatkan Bahaya Gadget untuk Anak
"Kurikulum boleh saja berganti-ganti, tapi mohon semua demi kepentingan terbaik bagi anak. Bukan anak untuk sekolah, tapi sekolah untuk anak," tegasnya.
Menurut Kak Seto, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik. Pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, etika, akhlak, jiwa nasionalisme, serta menjaga kesehatan fisik dan mental peserta didik.
Ia juga mengajak para guru untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Menurutnya, kondisi emosional yang positif akan mendorong proses belajar menjadi lebih efektif.
"Belajar yang efektif adalah belajar yang menyenangkan, belajar dalam suasana gembira. Ciptakan bagaimana anak gembira dan bahagia," ujarnya.
Selain itu, Kak Seto menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan anak tidak hanya berada di lingkungan sekolah. Peran keluarga, khususnya orang tua, disebut memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata, berharap materi yang disampaikan Kak Seto dapat menjadi bekal bagi para guru dalam menerapkan pembelajaran yang semakin ramah anak.
Ia mengatakan, pesan-pesan tersebut menjadi sangat relevan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang akan dimulai dua hari mendatang. Melalui pendekatan tersebut, para guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan membuat peserta didik semakin bersemangat datang ke sekolah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4474 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2109 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2021 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1645 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1484 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan