Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Jokowi Optimistis Indonesia Akan Lebih Baik di Tahun 2022
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi optimistis akan masa depan Indonesia di tahun 2022. Hal itu diyakini Jokowi dari usaha dan kerja keras yang dijalankan pemerintah dan seluruh stake holder selama tahun 2021.
"Kita melangkah meninggalkan tahun 2021 ini dengan optimisme yang membubung bahwa tahun depan Indonesia akan lebih baik lagi," tulis Jokowi di akun Instagramnya @jokowi, seperti dikutip Liputan6.com, Jumat (31/12/2021).
Jokowi menjelaskan, sepanjang tahun 2021, bangsa Indonesia berkutat dengan dua pekerjaan yang tidak mudah, yakni memutus rantai penyebaran virus Covid-19 dan menjaga ekonomi Indonesia tetap bertumbuh.
"Pandemi dan ekonomi ibarat dua tubuh di ujung ayunan yang harus kita jaga agar tetap seimbang," kata Jokowi.
Jokowi menilai, pandemi sejauh ini sudah semakin melandai. Rumah-rumah sakit kini lebih leluasa mengurusi pasien dengan penyakit non-Covid. Menurut dia, semua itu karena peran rakyat Indonesia yang bersama untuk patuh protokol kesehatan dan menggencarkan vaksinasi.
"Target 208 juta sasaran vaksinasi, sampai 30 Desember kemarin, kita telah menyuntikkan sekitar 273 juta dosis vaksin, 160 juta dosis vaksin pertama, dan lebih 113 juta dosis vaksin lengkap," urai Jokowi.
Terkait pemulihan ekonomi, Jokowi mengakui bahwa Indonesia sempat mengalami resesi, pertumbuhan minus, perlambatan ekonomi di banyak sektor, dan ketidakpastian yang tinggi hampir di semua bidang. Akan tetapi, dengan semangat dan kerja keras, Indonesia dapat bertahan.
"Perekonomian Indonesia pada triwulan III 2021, tumbuh 3,51 persen (yoy). Di sisi lain, pandemi mendorong dunia baru: peradaban digital. E-commerce, misalnya, mencapai nilai USD24,8 miliar tahun ini," kata Jokowi.
Jokowi melanjutkan, sejak 1 Desember 2021 sampai setahun ke depan, Indonesia memegang posisi Presidensi G20 yakni kelompok 19 negara plus Uni Eropa yang secara kolektif mewakili sekitar 60% penduduk dunia, 80 persen perekonomian dunia, dan 75 persen total perdagangan global. (sumber: Liputan6.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4399 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2057 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1934 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1586 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1429 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan