Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Viral Kisah Seorang Pria Berprofesi Menjadi Perias Jenazah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kisah horor seorang pria yang berprofesi menjadi perias jenazah telah menjadi viral di media sosial. Kisah itu dibagikan oleh pria bernama Fakhru melalui akun TikTok @therealadhitya. Ia menceritakan pengalaman yang tidak terlupakan selama menjadi perias jenazah.
"Kisah horor 15 tahun jadi perias jenazah," tulis @therealadhitya sebagai keterangan unggahan.
Awalnya, Fakhru tidak menyangka bahwa ia akan menjadi perias jenazah. Ia hanya ditawari menjadi cleaning service di rumah duka. Pada akhirnya, ia lalu mencoba menjadi seorang perias jenazah.
Suara anak bermain dan suara keranda
Fajar Aditya bertanya kepada Fakhru mengenai pengalaman horor yang dialaminya selama menjadi perias jenazah. Fakhru menuturkan bahwa ia mengalami banyak pengalaman horor.
Pada saat setelah memandikan dan memberi formalin pada jenazah anak umur 5 tahun, Fakhru kaget mendengar suara anak-anak bermain bola. Selain itu, ada suara keranda. Hal itu kerap didengarnya ketika ada jenazah yang mau datang seakan-akan memberi tanda.
"Kalau ciri khasnya itu hampir tiap malem atau setiap mau datang jenazah. Ini pasti mau ada jenazah. Selang 10 menit, ada penjemputan jenazah. Jadi kayak udah ngasih tau," tuturnya.
Sepatu jenazah tidak muat
Saat itu, Fakhru tengah merias jenazah wanita. Semua pakaian dan make up sudah rapi. Namun, keluarga lupa untuk membawa sepatunya.
Keluarga lalu meminta tim perias jenazah untuk memasang sepatu jenazah tersebut. Namun, saat dipakaikan sepatu itu tidak muat hampir tiga sepatu yang dicoba.
Fakhru lalu membisikkan mantra-mantra ke jenazah supaya sepatu tersebut muat.
"Saya sambil membisikkan ke almarhum. Oma, tolong longgarkan, pakein sepatu. Biar muat biar bagus dilihat sama keluarga. Tamu-tamu juga bagus ngeliatnya kalau udah pake sepatu," bisiknya kepada jenazah.
Fakru lalu memakaikan sepatu itu. Anehnya, sepatu itu langsung muat dan kaki jenazah berhasil masuk ke sepatu.
Jenazah membengkak lebih besar dari kerbau
Fakhru mengungkapkan bahwa ia pernah melihat jenazah yang datang ke rumah duka yang telah membengkak melebihi ukuran kerbau.
"Pas datang jenazahnya gede banget. Kerbau segitu kecil. Agak besaran dari kerbau," ucap Fakhru.
Fakhru lalu menyatakan bahwa ia memerlukan dua ranjang yang didempet untuk membaringkan jenazahnya.
Menurut prediksi dokter forensik, jenazah itu sudah tiga hari meninggal. Kulit-kulitnya juga sudah mengelupas.
"Ini kulit udah berkelupas. Justru itu sama dokter forensik disuruh tolong kelupasin kulit-kulit supaya nggak bau," lanjutnya.
Tak hanya itu, Fakhru menuturkan bahwa mata jenazah tersebut sudah keluar. Belatung-belatung juga mulai keluar dari tubuh jasad yang membengkak tersebut.
Menurut cerita Fakhru, jenazah tersebut menderita sakit jantung dan meninggal mendadak. Tidak ada yang mengetahui mendiang meninggal dunia hingga para warga curiga.
Meski keluarga meminta jenazah untuk dirias, Fakhru menyatakan bahwa tidak bisa meriasnya karena mata sudah keluar, badan sudah membengkak, dan cairan-cairan sudah keluar.
"Jangankan di-makeup, kata saya. Ini dipakain baju saja sudah tidak muat. Semua kulit sudah terkelupas," tutur Fakhru.
Fakhru mengungkapkan bahwa jenazah itu langsung dimasukkan ke dalam peti tanpa dipakaikan baju dan dimakamkan.
"Itu cerita yang nggak bisa dilupakan. Itu ruangan kurang lebih satu minggu nggak ilang baunya," pungkas Fakhru.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2210 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2089 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1551 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1434 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli