Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Lumpuh 1 Jam
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Aktivitas penyebrangan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sempat lumpuh sekitar satu jam lebih.
Penyebabnya lantaran demo ratusan sopir truk terkait penertiban truk odol yang mendapatkan penolakan oleh ratusan sopir Senin (03/01/2022) sore.
Penundaan penyeberangan tersebut, menyebabkan truk yang keluar Bali tertahan di Pelabuhan Gilimanuk.
"Ada sedikit kemacetan arus lalu litas yang ada di Pelabuhan Gilimanuk. Namun tidak terlalu parah antreannya," kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Gusti Putu Dharmanatha.
Pascademo tersebut sempat terjadi penumpukan kendaraan baik truk, bus maupun mobil pribadi yang hendak menyebrang ke pulau Jawa. Saat pemantauan di terminal manuver tampak truk memenuhi areal parkir untuk menunggu giliran masuk ke areal parkir pelabuhan Gilimanuk.
Sementara Koordinator Satuan Pelaksana Pelabuhan Gilimanuk Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Bali I Nyoman Sastrawan mengatakan, adanya penutupan arus transportasi Pelabuhan Gilimanuk itu.
Pemicunya karena adanya demonstrasi awak truk hingga menghalangi jalan masuk ke Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi.
"Karena penumpang dari Bali mau keluar tidak bisa, masuk tidak bisa, ya ditutup semua. Tapi tidak berlangsung lama, sudah normal, sudah dibuka kembali," ujar Sastrawan.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3661 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1335 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1223 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1069 Kali
Mobil Keluar Parkir Tabrak Motor di Seririt, Penumpang Tewas
Dibaca: 780 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun