Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Merekam Budaya Bali dalam Film Dokumenter
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Film dokumenter tentang Bali sudah banyak dibuat, baik itu berisi tarian dan musik Bali, lukisan Bali, dan budaya Bali dan sejarahnya. Keunikan Pulau Dewata menjadi kisah yang menarik untuk dituangakn menjadi sebuah karya dokumenter.
"Bali memiliki budaya unik dan istimewa yang berbeda dibanding daerah lain di Indonesia. Selain ritual dan upacara yang berlangsung hampir setiap hari – baik upacara kecil yang dilakukan oleh semua keluarga pemeluk agama Hindu, hingga upacara besar di berbagai pura - orang juga dapat menyaksikan banyak aspek budaya seperti sesaji dan persembahan, hiasan penjor khas Bali, kain kotak-kotak menyelimuti pohonan besar, upacara ngaben, ogoh-ogoh, layang-layang raksasa, aksara Bali, kebaya Bali, yang kesemuanya bisa dilihat di banyak tempat dan sembarang waktu ketika kita berada di pulau ini. Tak mengherankan kalau pesona pulau Bali ini menarik kalangan pembuat film untuk mengabadikannya," papar David Hanan seorang pengamat film Indonesia asal Australia yang tinggal di Bali.
Menurut David yang saat ini menjadi ‘Honorary Fellow’ di Institut Asia di Universitas Melbourne, ada berbagai episode penting dalam sejarah Bali, di mana Bali dan masyarakat serta budayanya telah menjadi subjek film atau memengaruhi perkembangan film Indonesia.
Adapun film-film Indonesia yang dibuat tentang Bali yang dibahas David adalah Djajaprana (Kotot Sukardi, 1955); Noesa Penida (Galeb Husein, 1988); Dongeng Dari Dirah (Sardono W. Kusumo, 1992); Sekala Niskala (Kamila Andini, 2017).
Sedangkan contoh pertemuan bersejarah antara Bali dan pembuat film internasional yang akan dibahas adalah: dua kunjungan Charlie Chaplin ke Bali pada 1930-an (baru-baru ini ada sebuah film dokumenter yang dibuat tentang Chaplin di Bali); film-film dokumenter pendek dan 25.000 foto yang diambil di Bali oleh antropolog Margaret Mead dan Gregory Bateson, pelopor antropologi visual selama hampir tiga tahun penelitian mereka di Bali antara tahun 1937 dan 1940.
Melalui berbagai karya Film Dokumenter tentang Bali, diharapkan dapat menjadi suatu sarana lain untuk mengenal keindahan Bali. Pengetahuan mengenai sejarah, kebudyaan dan hal lain juga akan semakin mudah dimengerti
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7260 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5618 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3522 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2378 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan