Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Wagub Cok Ace Melepas Konvoi Kendaraan Listrik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati melepas konvoi kendaraan listrik yang diselenggarakan oleh Komunitas Deva (Dewata Electric Vehicle Association ) di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon Denpasar, Minggu (9/1) pagi.
Dalam sambutan singkatnya, Wagub Bali menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan konvoi kendaraan listrik yang merupakan salah satu bentuk implementasi dari Pergub 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Pergub 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik dan pemanfaatan energi surya menuju Bali energi ramah lingkungan.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, kegiatan ini saya harapkan bisa menginspirasi kita semua untuk mulai meninggalkan bahan bakar fosil dan beralih ke energi bersih ramah lingkungan," imbuhnya.
Konvoi kendaraan listrik yang menempuh rute dari Lapangan Timur Niti Mandala Renon - Gedung Dharma Negara Alaya dan finish di Plaza Renon ini turut diikuti oleh Anggota DPR RI Gde Sumarjaya Linggih, Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, serta masyarakat umum.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 842 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 770 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 733 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 391 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 369 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun