Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Viral Video Pria Menendang Sesajen
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Viral di media sosial, video seorang pria membuang dan menendang sesajen di kawasan Gunung Semeru. Dalam video yang beredar tersebut terlihat seorang pria bertopi hitam membuang dan menendang sesajen sambil mengucapkan takbir.
“Ini yang membuat murka Allah.” Ugkap pria tersebut dalam video yang beredar.
Video yang mengundang banyak komentar netizen itu pun akhirnya membuat Alissa Wahid, putri Alm. Gus Dur, ikut memberikan komentar melalui akun twitternya. Menurutnya, sah-sah saja jika seseorang meyakini bahwa sesajen tidak boleh. Namun, bagi Alissa, tidak semestinya memaksakan pemahaman itu kepada yang meyakini bahwa sesajen itu boleh.
“Meyakini bahwa sesajen tidak boleh, monggo saja. Tapi memaksakan itu kepada yang meyakininya, itu yang tidak boleh.”
Alissa juga menambahkan, bahwa di dunia ini tidak hanya ada satu kelompok.
“Repot memang kalau ketemu yang model-model begini. Susah banget memahami bahwa dunia bukan milik kelompoknya saja.”
Cuitan Alissa ini ikut memancing berbagai respon netizen. Akun @NusantaraNol menanggapi komentar Alissa.
“Kalau keyakinan tentang sesajen berimplikasi kepada akidah (kesyirikan) apa mau dibiarkan juga?” tuturnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2427 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun