Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Gegara Ayah Tukang Jahit, Pekerja Diejek Bawahannya Sendiri
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang atasan curhat bahwa ia diejek oleh bawahannya karena pekerjaan ayah. Hal ini dinyatakan dalam sebuah cuitan di @worksfess.
Pada curhatannya, pengirim menyatakan bahwa ia memiliki ayah seorang penjahit. Dengan pekerjaan tersebut, ia malah diejek oleh seorang rekan kerja yang merupakan bawahannya sendiri.
"Gue diejek karena bapak gue tukang jahit sama teman kantor dan bisa dibilang dia bawahan gue," tulis akun tersebut di @worksfess.
"Jadi ya gue berusaha cuek aja dan karena kerjaan bapak, gue bisa sarjana dan kerja sekarang. Semangat teman-teman, dunia keras," imbuhnya.
Cuitan tersebut tentu mendapatkan berbagai respons dari warganet, kebanyakan dari mereka memberi tips untuk menimpali rekan kerja yang mengejek tersebut.
"Balikin aja, Nder. Tanyain bapak dia kerjaannya apa, kok kalah sama anak tukang jahit udah jadi atasan dia masih di bawah," komentar menohok warganet.
"Nder suruh bapak kamu jahit mulutnya plis," imbuhnya.
"Kamu atasan dia, panggil ke ruang kantormu, tanyakan apa benar? kenapa? terus pecat, apa dirotasi aja dia. Orang kalau enggak sopan sama aku, aku masi oke, tapi kalau sama orangtuaku ya aku ora terima," tambah warganet lain.
"Bilang aja, lha bapakmu juraganpun kamu tetap bawahanku," tulis warganet di kolom komentar.
"Nder toxic kantorm, ignore aja as long kamu kerjain kewajiban kamu, orang bapakmu kerja halal," timpal lainnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3360 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1173 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 799 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan