Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Oknum Kades Diduga Setubuhi Anak Bawah Umur

Tersebar Lewat "Chattingan"

Jumat, 14 Januari 2022, 22:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Oknum Kades Diduga Setubuhi Anak Bawah Umur.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

SDM alias One (45 tahun) seorang oknum kepala desa (Kades) di Kabupaten Bima diduga menyetubuhi anak yang masih berusia 15 tahun. 

Dugaan persetubuhan tersebut terkuak dari hasil chatting messenger antara pelaku dan korban dan tersebar luas di WhatsApp grup. 

One menyetubuhi gadis belia tersebut sebanyak dua kali di tempat kejadian perkara (TKP) yang sama, pada sekitar bulan Oktober 2021. 

Dugaan persetubuhan yang dilakukan terkuak dari hasil chatting messenger antara pelaku dan korban. Dalam chattingan tersebut berisikan perbincangan yang dinilai tidak wajar dan tidak senonoh. 

Celakanya, hasil chattingan keduanya itu tersebar luas di WhatsApp grup yang diduga disebar oleh seseorang yang hingga kini masih ditelusuri oleh polisi. 

Kapolres Bima Kota, AKBP Henry Novika Chandra melalui Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Rayendra pada wartawan, membenarkan bahwa kasus dugaan persetubuhan tersebut telah dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban kepada polisi. 

"Ya, kasus ini telah dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban. Pelapor melaporkan oknum kades terkait dugaan persetubuhan pada korban yang masih berusia 15 tahun," jelas Rayendra, Jumat (14/1). 

Penyidik unit PPA, jelasnya, tengah memproses dugaan persetubuhan ini, baik memeriksa saksi-saksi, meminta keterangan korban dan olah TKP. 

"Kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur merupakan kejahatan luar biasa. Oleh karenanya, penanganan kasus ini telah menjadi atensi, dan mutlak untuk ditangani serius," pungkasnya. 

Sementara, kedua orang tua korban usai melaporkan secara resmi ke pihak Sat Reskrim Polres Bima Kota pada Rabu (12/1) lalu, menegaskan, bahwa tidak ada kata damai dan harus dituntaskan sesuai ketentuan yang berlaku.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami