Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Mentri BUMN Erick Thohir Jelaskan Tujuan RS internasional di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pembangunan Rumas sakit Internasional di Bali yang dilakuakn oleh pemerintah memiliki tujuan tertentu. Baik itu seluruh proses pembangunan, rencana ke depan dan juga kerja sama yang dibuat.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memaparkan tujuan kerja sama antara BUMN dengan Mayo Clinic Amerika Serikat dalam membangun rumah sakit (RS) internasional di Bali.
"Karena itu kita mudah-mudahan melakukan strategi lompat kodok, istilahnya menekan jumlah masyarakat Indonesia yang berobat keluar negeri dengan membangun rumah sakit internasional di Bali bersama Mayo Clinic Amerika Serikat, namun pada saat bersamaan Mayo Clinic dan kita membuka diri untuk benchmarking kepada rumah sakit-rumah sakit di daerah dalam penanganan kanker," ujar Erick Thohir saat menyampaikan pidato kunci di Universitas Muhammadiyah Malang, dilansir Antara, Sabtu, 15 Januari 2022.
Erick menambahkan, hal tersebut dilakukan oleh Kementerian BUMN supaya rumah sakit-rumah sakit daerah juga bisa menangani penyakit kanker yang selama ini tinggi.
"Apakah investasi asing itu juga bisa membuat lapangan pekerjaan baru? Tidak mungkin Indonesia itu tumbuh sendiri, kita juga harus terbuka bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain. Namun yang mesti dicatat adalah kita harus memetakan mana yang bisa kita kerjakan sendiri dan mana yang kita belum memiliki teknologinya atau keahliannya. Itu adalah realita," katanya.
Dia pun mengatakan sama seperti halnya dua juta masyarakat Indonesia ke luar negeri untuk berobat, itu mengeluarkan devisa sampai sekitar Rp97,5 triliun.
"Apakah berarti pelayanan kesehatan di Indonesia rendah? Tidak, tetapi di jenis-jenis penyakit tertentu Indonesia masih ketinggalan," kata dia.
Contohnya penyakit kanker, lanjut Erick, Indonesia dibandingkan negara lain kalau bicara tingkat kematian menjadi salah satu yang paling tinggi di dunia yakni sebesar 60 persen.
"Artinya kita harus memperbaiki, ingat yang sakit kanker itu bukan hanya orang kaya tapi orang miskin juga kena penyakit kanker. Dengan demikian harus ada terobosan kita standarisasi bagaimana menangani yang namanya sakit kanker," jelasnya.
Erick Thohir juga menyampaikan bahwa lapangan pekerjaan di industri kesehatan Indonesia akan sangat diperlukan bukan hanya di Indonesia tetapi juga oleh negara-negara lain.
"Sekarang di negara-negara yang membutuhkan tenaga perawat, Indonesia masuk dalam daftar nomor satu yang terbaik. Sayangnya Indonesia tidak menyuplai tenaga perawat tersebut ke luar negeri," urainya.
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah ini pun menjabarkan, kebutuhan perawat di Jepang mencapai hampir 600 ribu orang, Indonesia tidak bisa menyuplainya. Kemudian Uni Emirat Arab (UAE), jumlah perawat Indonesia di negara tersebut yang tadinya 2.000 orang sekarang hanya berjumlah 20 orang, hal ini karena Indonesia tidak bisa menyuplainya.
"Lapangan pekerjaan harus bisa diciptakan tidak hanya oleh kita yakni pemerintah, namun juga dengan kerja sama pihak lain asalkan saling menguntungkan bahkan kita juga harus mengambil kesempatan atau take advantage ketika banyak negara yang penduduknya tua membutuhkan banyak tenaga muda untuk bekerja juga," pungkasnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5954 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2295 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan