Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 30 Mei 2026
Dampak Sebenarnya Penggunaan Ineks Dalam Melakukan Seks
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sering kali ada pertanyaan terkait pengunaan ineks atau ekstasi saat berhubungan seks. Apakah malah membuat berhubungan seks tambah hebat dan tidak berbahaya?. Oleh karena itu dr.Oka Negara, M.Biomed, FIAS memberikan penjelasan sebagai berikut.
Sudah terlalu banyak penelitian yang menjelaskan tidak ditemukan efek yang benar-benar positif dari penggunaan narkoba pada hubungan seksual. Kalaupun dirasakan ada, semua sifatnya adalah bukan efek pasti, tetapi justru karena efek dari karakter narkobanya semata. Narkoba jenis stimulansia (misalnya ekstasi dan ineks) karena otak dipacu bekerja lebih dari semestinya, terkesan bahwa ada manfaat dalam meningkatkan potensi seksual. Itu keliru, ibaratnya hanya dipacu sejenak dan kendor setelahnya.
Sementara tipe yang lain, jenis depresan (seperti heroin atau putauw), dirasa bisa membawa rasa lebih tenang dan nyaman, padahal yang terjadi adalah efek penekanan saraf otak dari heroin. Itu juga semu. Penggunaan jenis narkoba depresan cenderung membuat pengguna lebih sulit mempertahankan rangsangan seksual dan pencapaian orgasme. Yang perlu dicatat, semakin tinggi dosis yang digunakan, semakin besar efek negatif yang ditimbulkan. Dan tentu saja bahaya ketergantunganpun menanti.
Kalaupun tetap dipaksakan dan akhirnya seseorang terbiasa untuk menggunakan narkoba dalam berhubungan seks, mereka akan merasa tidak berdaya untuk berhubungan seks normal tanpa bantuan narkoba. Ini disebabkan oleh adanya ketergantungan psikis terhadap jenis narkoba tertentu sehingga berakibat negatif pada fisik, terutama fungsi motorik organ seksual. Dalam prakteknya di lapangan malah sering kali banyak juga yang bereksperimen dengan mencampurnya dengan bahan atau obat lain. Ini malah bisa jadi lebih berbahaya. Mencampur alkohol dengan ineks dapat meningkatkan tekanan pada jantung secara tajam.
Ineks atau ekstasi dikenal sebagai “club drugs” paling populer, paling banyak dipromosikan dari mulut ke mulut dan sekaligus dikenal juga sebagai “hug drug” yang paling banyak digunakan sebagai bahan tambahan untuk partner berhubungan seksual sesudah pil biru viagra. Sangat banyak yang masih percaya ineks dapat meningkatkan kenikmatan dan kualitas seks. Sayangnya, semuanya sama sekali tidak memiliki dasar ilmiah. Justru yang kerap terjadi malah sebaliknya. Dan sudah banyak kasus fatal, nyawa melayang gara-gara ineks, yang merupakan turunan amfetamin ini.
Dalam riset yang menghubungkan antara ineks dan kenikmatan seks disebutkan justru ineks bertendensi membuat laki-laki menjadi sulit mengalami ereksi yang maksimal. Memang faktanya banyak pengguna mengakui peningkatan rangsangan seks ketika menggunakan ineks, tapi selanjutnya justru yang terjadi seperti pada kebanyakan stimulansia lainnya yang pada akhirnya justru memicu disfungsi seksual. Demikian juga, ineks sering membuat penggunanya menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan atau sensasi seksual lainnya, namun pada akhirnya ineks sesungguhnya membawa efek terbalik pada kebanyakan pengguna sehingga menurunkan kenikmatan seksual. Efek lanjutnya juga jika ineks digunakan dalam jangka waktu lama akan menimbulkan depresi yang kemudian akan menuju kepada disfungsi ereksi psikogenik.
Jadi, sesungguhnya semua efek psikis yang diduga membantu potensi seksual yang ditimbulkan narkoba sangat tergantung pada dosis, situasi, mood dan kebugaran seseorang. Bisa jadi anda menyukai seks ketika “fly” karena narkoba atau alkohol. Namun hal ini tidak dapat bertahan lama, satu per satu masalah akan muncul. Itu artinya efek yang dikejar selama ini adalah efek palsu. Seringkali kekuatan sugesti otak manusia yang mampu mendominasi untuk mempersepsi efek tertentu yang kemudian diyakini sebagai sebuah kebenaran, padahal kebenaran sesungguhnya yang terjadi adalah sebaliknya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2323 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2254 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1654 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1565 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli