Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
YLKI Anggap Pemerintah Gagal Atur Strategi Masalah Minyak Goreng
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penerapan satu harga untuk minyak goreng menimbulkan sejumlah kejadian di masyarakat. Panic buying minyak goreng, YLKI anggap pemerintah gagal terapkan strategi marketing.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai pemerintah gagal dalam strategi pemasaran minyak goreng kemasan harga Rp14.000 per liter sehingga membuat panic buying di banyak tempat.
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menilai pemerintah juga gagal membaca perilaku konsumen saat ada bahan baku yang dijual murah.
"Dari sisi konsumen, perilaku panic buying juga merupakan fenomena yang anomali dan cenderung sikap yang egoistik, hanya mementingkan kepentingannya sendiri," ujar Tulus, Senin (24/1/2022).
Menurut keterangan Aprindo, kata Tulus, stok minyak satu harga makin menipis. Seharusnya, kata dia, pemerintah membatasi pembelian, misalnya konsumen hanya boleh membeli satu bungkus per satu liter.
YLKI juga menduga intervensi pemerintah dlm harga minyak goreng tidak akan efektif, sebab salah strategi.
"Tidak menukik pada hulu persoalan yang sebenarnya, yakni adanya dugaan praktik kartel di pasar minyak goreng," kata Tulus.
Turunnya harga minyak goreng disambut baik oleh masyarakat. Sayangnya masyarakat melakukan panic buying akibat harga minyak goreng turun. Warga menyerbu ritel Indomaret dan Alfamart untuk berburu minyak goreng. Beberapa peristiwa terjadi saat warga melakukan panic buying minyak goreng. (sumber : suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 616 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 503 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan