Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Pantai Suwehan, Destinasi Pantai Ikonik di Klungkung
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Wilayah Klungkung punya destinasi pantai yang wajib dikunjungi, pantai ini bernama pantai Suwehan. Pantai ini memiliki pemandnagan ikonik yang beda dari yang lain.
Pantau Suwehan terletak di kawasan tenggara Bali, Nusa Penida. Lebih tepatnya di dusun Watas, Desa Tanglad, Nusa Penida, Bali.
Sebelum sampai Pantai Suwehan, Anda terlebih dahulu melewati candi bentar dan beberapa anak tangga yang tersusun rapi. Selain candi, Anda akan menjumpai Pura Puseh dan letaknya tepat diatas Pantai Suwehan.
Pantai Suwehan memiliki pasir putih dan laut birunya yang jernih. Di sekelilingnya dihiasi tebing-tebing tinggi dan hijau. Ada banyak aktivitas yang dapat Anda lakukan di pantai ini seperti berenang, berjemur atau sekedar bersantai mnikmati alam.
Satu hal yang sangat ikonik di pantai ini adalah sebuah batu besar yang ada di dekat pantai. Batu ini memiliki bentuk unik menyerupai segitiga jika dilihat dari pantai.
Untuk berenang, wisatawan wajib memantau kondisi air laut. Sebab sangat berbahaya berenang ketika air laut deras. Di tengah air laut sudah terpasang bendera merah yang menjadi batas aman berenang.
Pantai perawan ini wajib diabadikan dengan berfoto. Dan wajib bagi Anda yang berkunjung membawa bekal makanan atau minuman sebab Anda tak akan menjumpai kedai atau warung di lokasi atau sepanjang perjalanan.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3651 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1318 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1219 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun