Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Air Panas Banyuwedang Buleleng, DTW yang Bikin Rileks
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kolam Pemandian Air Panas Banyuwedang merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di daerah Buleleng, Bali. Terletak di Kecamatan Gerokgak, kolam pemandian air panas ini telah banyak menarik perhatian para wisatawan.
Destinasi ini cukup populer, sehingga pengunjung bukan hanya dari kota Buleleng namun juga wisatawan yang berasal dari kota bahkan hingga negara lain.
Air panas yang menjadi ikon utama dari lokasi ini berasal dari sumber air panas yang muncul di pantai. Mata air panas ini mengandung belerang dengan suhu 40 derajat celsius yang terendam saat laut pasang.
Air panas ini sendiri dipercaya oleh warga setempat mampu menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Mulai dari panu, kudis, kurap dan lain sebagainya. Karena itulah banyak pengunjung yang sengaja memilih berlibur di lokasi wisata ini untuk berendam di mata air panas ini.
Lokasi objek wisata pemandian Air Panas Banyuwedang terletak di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia. Letak lokasi ini berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Singaraja.
Di kawasan air panas ini tersedia beberapa fasilitas yang cukup lengkap. Mulai dari area parkir, kamar mandi, tempat istirahat, rumah makan hingga hotel dan fasilitas lainnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 790 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 722 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 385 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 329 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun