Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Viral Video Penagih Utang Pukul IRT di Depan Anaknya
BERITABALI.COM, NTB.
Sebuah video memperlihatkan perempuan dianiaya oleh seorang penagih utang. Kejadian terjadi di Dusun Lading-Lading, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.
Menurut penelusuran, kejadian tersebut terjadi pada Senin, 7 Februari 2022. Korbannya seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Inaq Misni. Video tersebut diduga direkam anak korban saat penagih utang mendatangi ibunya.
Awalnya terjadi cekcok mulut antara penagih utang dengan korban. Korban merasa keberatan karena penagih memaki dirinya dengan sebutan nama hewan. Selang beberapa saat, kepalan tangan kanan penagih utang dengan kuat meninju wajah perempuan tersebut.
“Ya Allah… Ya Allah…,” teriak perempuan tersebut.
Korban dipukul di depan anaknya, sehingga membuat anaknya menangis ketakutan. Terdengar juga suara tangis anak balita dari dalam kamar melihat sangat ibu dianiaya penagih utang tersebut. Aksi pemukulan itu terjadi di depan dua anaknya.
Kejadian itu direkam anak korban bernama Ragi berusia 11 tahun. Video rekaman pemukulan berdurasi 2 menit 2 detik itu beredar luas di media sosial. Kecaman pun dilontarkan netizen melihat aksi pemukulan yang dilakukan penagih utang tersebut.
Beredarnya video tersebut membuat polisi melakukan penyelidikan. Pagi tadi pukul 05.30 WITA, Jumat, 11 Februari 2022 pelaku diringkus Tim Puma Polres Lombok Utara.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata, mengatakan pelaku adalah penagih utang dari koperasi harian di Mataram. Pelaku diketahui bernama Mikris Rolan Busu alias Rolan (30 tahun) asal Rote, NTT.
“Pelaku merupakan calon mantri atau tukang tagih iuran jika dalam istilah koperasi,” katanya.
Korban tidak memiliki uang saat pelaku datang, sehingga membuat pelaku marah dan menganiaya korban.
“Namun karena korban tidak ada angsuran, pelaku memukul korban dengan kepalan sebanyak dua kali kemudian meninggalkan korban,” ujarnya.
Hari Brata mengungkapkan, korban meminjam uang di koperasi sebesar Rp1 juta. Namun karena sakit sudah seminggu, korban belum dapat mencicil utang. Pelaku tidak percaya dan berusaha masuk ke kamar korban untuk mencari uang. Namun tidak diizinkan oleh korban.
“Pelaku berusaha masuk kamar korban. Karena tidak diizinkan terjadi cekcok. Korban dipukul dengan tangan mengepal dua kali,” katanya.
Sementara, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, mengatakan polisi melakukan penggerebekan di rumah sewaan milik pelaku di Sweta, Mataram.
“Namun pelaku berhasil kabur melarikan diri begitu melihat adanya polisi,” katanya.
Polisi mengejar pelaku hingga ke sawah di belakang rumah yang disewa. Dengan mudah pelaku diringkus polisi tanpa perlawanan.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1421 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1079 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 921 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 815 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik