Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Reporter Dengar Suara Ledakan Saat Siaran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang reporter pria yang bertugas menyiarkan berita langsung di ibukota Ukraina, Kiev, melaporkan mendengar ledakan pada Kamis (24/02/2022) dini hari saat invasi Rusia terlihat.
Momen itu diungkapkannya dan viral usai diunggah kembali oleh salah satu pengguna @brianselter di jejaring media sosial Twitter pada Kamis (24/02/2022). Reporter bernama Matther Chance, koresponden Senior Internasional untuk jaringan tersebut berkata bahwa dia mendengar antara tujuh dan delapan ledakan.
"Saya baru saja mendengar ledakan besar di sini di belakang saya. Saya belum pernah mendengar yang seperti ini," ungkapnya saat itu.
Chance lantas dengan cepat bergegas mengenakan jaket antipeluru. Tak lupa penutup kepala juga digunakannya sambil terus melaporkan kejadian dari balkon di ibukota Ukraina itu.
Chance menegaskan ada ledakan besar yang terjadi saat itu, namun dirinya tidak bisa melihat atau menjelaskan hal tersebut. Reporter itu memberikan klaim bahwa Amerika Serikat telah memperingatkan pihak berwenang Ukraina bahwa mungkin ada serangan udara dan serangan darat juga di seluruh negeri, termasuk juga ibukota.
Dia berkali-kali mengatakan ledakan yang didengarnya itu adalah momen pertama kali mendengar suara tersebut.
"Ini pertama kalinya kami mendengar sesuatu. Itu benar-benar sunyi. Ini adalah pertama kalinya. Ini harus lebih dari sekedar kebetulan," lanjut Chance.
Chance pun lanjut mengatakan bahwa dirinya mungkin saja aman di tempat tersebut sebab mengenakan jaket antipeluru.
"Saya pikir aman di tempat saya. Aku punya jaket antipeluru," kata Chance sebelum merunduk untuk mengenakan perlengkapan pelindungnya.
Ledakan yang dia dengar kemungkinan masih agak jauh dari pusat.
Ukraina saat itu benar-benar sepi sebelum ledakan-ledakan tersebut berlangsung.
Dia tidak pernah berfikirkan akan mendapatkan momen yang baru saja dialaminya.
"Apa yang kami pikir tidak terpikirkan sampai beberapa jam yang lalu, sekarang sedang berlangsung," ungkap Chance.
Reporter CNN itu juga mengatakan pada awalnya tidak jelas apa yang menjadi target.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 286 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 214 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 183 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun