Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Imbas Invasi ke Ukraina Dibalas Serangan Siber Besar-Besaran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Imbas invasi Rusia ke Ukraina tak hanya menciptakan perang secara terbuka. Namun juga di ranah siber. Website kantor berita utama Rusia, TASS, mengalami down atau lumpuh usai terkena serangan siber, ungkap departemen komunikasinya pada Senin.
"Situs web resmi kami menjadi sasaran serangan peretas dan diretas. Para penyerang memposting informasi di dalamnya yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dewan redaksi TASS tidak ada hubungannya dengan pernyataan ini,” ungkap pihak berwenang kantor berita itu sebagaimana dilansir dari kantor berita Turki, Anadolu, Selasa (1/3/2022).
"Dalam beberapa hari terakhir, website TASS terkena serangan siber besar-besaran yang konstan. Hari ini, para penyerang berhasil membobol proteksi. Saat ini, upaya sedang dilakukan untuk memulihkan fungsionalitas website TASS," kata Departemen Komunikasi TASS.
Bersamaan dengan situs web TASS, sejumlah media besar Rusia lainnya diserang dan diretas. Situs media lain, kantor berita RIA hanya bekerja dengan fungsi terbatas, pencarian situs web tidak berfungsi dan pembaruan halaman bekerja dengan lambat.
Website Kremlin beroperasi secara terputus, serta situs web terkait pemerintah lainnya, termasuk portal web kabinet dan Kementerian Luar Negeri mengalami gangguan. Akhir pekan lalu, kelompok peretas Anonymous mengklaim telah meretas website pemerintah Rusia, tetapi laporan itu kemudian dibantah oleh para pejabat Moskow.
Sejak Kamis lalu -- beberapa hari setelah pengakuan Rusia atas dua daerah yang dikuasai separatis di Ukraina timur -- perang Rusia terhadap Ukraina telah ditanggapi oleh kecaman dari komunitas internasional, di mana Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) menerapkan serangkaian sanksi ekonomi terhadap Rusia.
Rusia semakin diisolasi setelah pesawat-pesawatnya dilarang terbang di wilayah udara Eropa dan Kanada, dan sejumlah banknya telah dikeluarkan dari sistem perbankan internasional SWIFT.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 567 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 441 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan