Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Pengacara Kasus Eks Ketua Kadin Bali Divonis 2,5 Tahun
Janji Bisa Bebaskan Kliennya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Drs. Danny Mugianto SH. MH, (61) seorang kuasa hukum dari Jakarta divonis 2,5 tahun penjara oleh Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (7/3/2022).
Hal ini berawal dari dirinya yang menjanjikan mampu melobi lembaga hukum di pusat saat terdakwa mantan Kadin Bali mengajukan Banding hingga Kasasi ke MA setelah Pengadilan Tinggi Denpasar menjatuhkan hukuman lebih setahun dari putusan PN Denpasar yaitu 3 tahun penjara.
Saat proses Kasasi di pusat, sebagaimana tertuang dalam dakwaan Jaksa Widyaningsih dari Kejati Bali, menyebutkan kasusnya terjadi di tahun 2019. Saat itu, istri dari IGN Agung Alit bermaksud mencari pengacara yang bisa untuk membantu suaminya bebas dari hukuman.
"Saat itu, saksi Ratna Sari Dewi, istri dari Alit menemui terdakwa yang bisa mendampingi Alit saat proses upaya hukum banding," sebut dalam dakwaan.
Pada 15 Agustus 2019, bertempat di warung Bendega Renon, saksi Ratna melakukan pertemuan dengan terdakwa Danny. Saat itu, terdakwa menyebut di bawah naungan Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Jawa Timur, dan meyakini saksi Ratna bahwa telah berpengalaman dalam memenangkan perkara.
Terdakwa juga mengatakan bahwa kasus yang dialami oleh saksi Alit adalah kasus perdata dan akan bisa membebaskan.
"Bahwa terdakwa mengatakan nanti dalam proses banding Alit akan bebas atau hukumannya berkurang dari 2 tahun menjadi 1 satu tahun," kata Jaksa dari Kejati Bali dalam dakwaannya.
Keesokan harinya, terdakwa bersama saksi Ratna menemui saksi Alit di Lapas Kerobokan. Saat itu, terdakwa kembali menyakinkan saksi Alit dengan berkata yang persis sama kepada saksi Ratna.
Karena merasa yakin dengan terdakwa, Saksi Ratna dan Alit langsung menyerahkan uang kepada terdakwa sebesar Rp1 milar, sesuai biaya operasional yang diminta terdakwa, dipotong biaya jasa terdakwa Rp50 juta. Sehingga total yang diberikan sebesar Rp.950 juta.
Di tingkat banding hingga Kasasi, justru hukuman terhadap Alit malah diperberat menjadi tiga tahun. Tentu saja putusan ini membuat mantan Kadin Bali itu "murka". Selanjutnya, saksi Ratna langsung meminta pertanggungjawaban terdakwa dan menuntut pengembalian uang.
Saat itu terdakwa hanya mampu mengembalikan uang sebesar Rp100 juta hingga kasus ini pun dibawah ke ranah hukum.
Berdasarkan dakwaan tersebut, Mejelis Hakim yang diketuai Ida Ayu Adnyana Dewi, menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melawan hukum sebagaimana tertuang dalam Pasal 378 KUHP, tindak pidana penggelapan.
"Bahwa akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami kerugian sebesar Rp950 juta. Memutuskan perbuatan terdakwa dihukum pidana selama 2 tahun dan 6 bulan (2,5 tahun) di penjara," putus hakim secara online di PN Denpasar.
Menanggapi putusan hakim, Jaksa yang sebelumnya menuntut agar terdakwa dihukum selama tiga tahun memilih untuk pikir pikir dan terdakwa juga memilih untuk pikir pikir.
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 571 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 443 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 432 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan