Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cerita Nelson Sarira, Korban Selamat Penyerangan KKB Papua
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penyerangan KKB Papua pada Rabu 2 Maret 2022 yang menewaskan 8 orang pejuang telekomunikasi masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat di Indonesia. Para korban ini merupakan karyawan PT Palapa Timur Telematika, kontraktor, dan warga lokal yang mendampingi.
Saat itu, rombongan tim ini sedang melakukan perbaikan pada Tower BTS 3 Telkomsel yang berada di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Korban Selamat, Nelson Sarira, berhasil dievakuasi menggunakan helikopter oleh Tim Operasi Damai Cartenz.
Dalam wawancara yang dilakukan oleh wartawan, Nelson Sarira menceritakan detik-detik kejadian yang memilukan tersebut. Nelson mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 04.00 subuh, di mana saat itu tim sedang tidur.
Tiba-tiba segerombolan orang yang diperkirakan berjumlah 10 orang masuk dengan menggunakan senjata tajam mengepung camp/tenda. Orang-orang tesebut lalu membantai orang-orang yang berada di situ. Ia menceritakan bahwa sempat melihat teman-temannya digorok satu persatu.
"Sempat saya lihat, agak terang (kondisinya)," kata Nelson.
Saat itu Nelson mengaku tidur di ujung, belum sempat sampai ke dirinya, ia kemudian melompat keluar dari camp.
"Sempat dikejar, sampai itu, senter-senter ngikut, cari saya senter-senter itu, saya sembunyi di semak-semak," ujarnya.
Saat bersembunyi itu, ia merasakan mendengat bisikan-bisikan, yang meminta dirinya untuk ke atas bukit.
"Iya, seperti suara, kamu harus naik ke bukit, sembunyi di situ, sampai gemetar (tangan saya), saya paksa naik ke bukit, saya panjat," ungkapnya, dikutip dari akun TikTok seputarpapua, 7 Maret 2022.
Setelah bersembunyi, sekitar jam 07.00 Nelson melihat kondisi sudah aman, para penyerang sudah tidak ada di lokasi. Ia lalu turun kembali ke camp, dan melihat pemandangan mengenaskan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
"Semua meninggal, darah semua dalam camp, HP, Laptop tidak ada, saya ambil sarung sama sleeping bag," katanya.
Ia kemudian mengirimkan kode bahaya melalui CCTV yang ada di Tower BTS 3 pada pukul 13.00 WIT, kode tersebut termonitor pada sore hari pukul 16.00 WIT di Pusat PTT di Jakarta. Akhirnya, Nelson Sarira baru berhasil dievakuasi menggunakan helikopter pada Sabtu 5 Maret 2022, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Saat ini Nelson berada di rumah kerabatnya di Timika, dan sedang dalam masa pemulihan dari trauma yang mendalam atas aksi kejam tersebut.(sumber: suaramerdeka.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan