Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Keseringan Olahraga Picu Masalah Kesuburan, Ini Penjelasannya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Olahraga memiliki manfaat langsung dan tidak langsung pada kesehatan seseorang, seperti meningkatkan kesehatan jantung, tulang, suasana hati dan emosi, kulit serta berat badan. Di sisi lain, olahraga berlebihan kontra-produktif bagi kesehatan seseorang yang bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.
Pedoman Aktivitas Fisik edisi ke-2 Pemerintah AS menyarankan orang dewasa harus rutin olahraga intensitas sedang sekitar 150-300 menit per minggu. Orang dewasa juga bisa melakukan olahraga intensitas tinggi sekitar 75-150 menit per minggu, seperti senam aerobik yang dianjurkan.
Sementara, seseorang dianggap olahraga berlebihan bila melakukannya terlalu jauh melampaui batas dan levelnya sekarang ini. Hal ini bisa jadi karena kebutuhan yang dirasakan untuk menurunkan berat badan terlalu cepat, menjadi bugar terlalu cepat, atau sekadar melakukan hal yang baik secara berlebihan.
Olahraga berlebihan bisa meningkatkan kejadian dan intensitas nyeri otot, peradangan, cedera dan robekan pada tubuh. Hal ini bisa menyebabkan orang menjadi lelah, cemas, mudah marah, insomnia, menurunkan kekebalan serta tingkat kesuburan seseorang.
Ada beberapa contoh orang yang cenderung terlalu banyak berolahraga dan secara bersamaan didiagnosis dengan masalah kesuburan, azoospermia pada pria. Kondisi ini bisa jadi efek gabungan dari olahraga berlebihan dan peningkatan konsumsi steroid, yang menekan hormon kesuburan dan bisa mempengaruhi jumlah sperma secara signifikan.
Karena itu, Anda perlu mengingat bahwa berat badan memiliki pengaruh langsung pada kesuburan pria dan wanita. Olahraga yang ekstrem dan berat badan berlebihan bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam sistem reproduksi. Kondisi ini bisa mengakibatkan kemandulan jangka pendek, jangka panjang, atau bahkan permanen.
Bagi pria, kelebihan lemak mempengaruhi keseimbangan testosteron-estrogen dalam tubuh mereka, sehingga menghasilkan jumlah sperma di bawah normal. Sementara untuk wanita, penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak atau terlalu sedikit olahraga menyebabkan masalah kesuburan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2047 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun