Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Keseringan Olahraga Picu Masalah Kesuburan, Ini Penjelasannya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Olahraga memiliki manfaat langsung dan tidak langsung pada kesehatan seseorang, seperti meningkatkan kesehatan jantung, tulang, suasana hati dan emosi, kulit serta berat badan. Di sisi lain, olahraga berlebihan kontra-produktif bagi kesehatan seseorang yang bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.
Pedoman Aktivitas Fisik edisi ke-2 Pemerintah AS menyarankan orang dewasa harus rutin olahraga intensitas sedang sekitar 150-300 menit per minggu. Orang dewasa juga bisa melakukan olahraga intensitas tinggi sekitar 75-150 menit per minggu, seperti senam aerobik yang dianjurkan.
Sementara, seseorang dianggap olahraga berlebihan bila melakukannya terlalu jauh melampaui batas dan levelnya sekarang ini. Hal ini bisa jadi karena kebutuhan yang dirasakan untuk menurunkan berat badan terlalu cepat, menjadi bugar terlalu cepat, atau sekadar melakukan hal yang baik secara berlebihan.
Olahraga berlebihan bisa meningkatkan kejadian dan intensitas nyeri otot, peradangan, cedera dan robekan pada tubuh. Hal ini bisa menyebabkan orang menjadi lelah, cemas, mudah marah, insomnia, menurunkan kekebalan serta tingkat kesuburan seseorang.
Ada beberapa contoh orang yang cenderung terlalu banyak berolahraga dan secara bersamaan didiagnosis dengan masalah kesuburan, azoospermia pada pria. Kondisi ini bisa jadi efek gabungan dari olahraga berlebihan dan peningkatan konsumsi steroid, yang menekan hormon kesuburan dan bisa mempengaruhi jumlah sperma secara signifikan.
Karena itu, Anda perlu mengingat bahwa berat badan memiliki pengaruh langsung pada kesuburan pria dan wanita. Olahraga yang ekstrem dan berat badan berlebihan bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam sistem reproduksi. Kondisi ini bisa mengakibatkan kemandulan jangka pendek, jangka panjang, atau bahkan permanen.
Bagi pria, kelebihan lemak mempengaruhi keseimbangan testosteron-estrogen dalam tubuh mereka, sehingga menghasilkan jumlah sperma di bawah normal. Sementara untuk wanita, penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak atau terlalu sedikit olahraga menyebabkan masalah kesuburan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 570 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 443 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan