Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Presiden Ukraina Remehkan Ancaman Rudal Nuklir Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin terkait penggunaan senjata nuklir dianggap remeh oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan menganggapnya sebagai gertakan belaka.
“Saya pikir ancaman nuklir adalah gertakan. Menjadi seorang pembunuh adalah satu hal. Lain halnya dengan bunuh diri. Setiap penggunaan senjata nuklri berarti akhir bagi semua pihak, bukan hanya bagi orang-orang yang menggunakannya,” kata Zelensky dalam wawancara bersama Die Zeit, Rabu (9/3/2022) lalu.
Malah, menurutnya, ancaman Putin tersebut memperlihatkan kelemahan dari presiden Rusia tersebut.
“Anda hanya mengancam penggunaan senjata nuklir ketika tidak ada cara lain yang berhasil. Saya yakin bahwa Rusia menyadari konsekuensi bencana dari setiap upaya untuk menggunakan senjata nuklir,” ujar Zelensky.
Sejatinya, ancaman nuklir sudah terlihat sejak hari pertama pergerakan pasukan strategis nuklir Rusia sehari sebelum rudal nuklir siaga.
Saat ini, Rusia mengumumkan, setidaknya 500 tentaranya telah gugur dalam pertempuran di Ukraina sementara lebih dari 1.500 prajurit lainnya mengalami luka-luka. Sementara, pihak Ukraina mengklaim berhasil membunuh lebih dari 11 ribu tentara Rusia.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3038 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2070 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2043 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun