Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Wagub Cok Ace Apresiasi Kemendag Gelar Kegiatan di Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengapresiasi jajaran Kementerian Perdagangan RI karena memilih Bali sebagai tempat melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2022.
Menurutnya, kegiatan ini memberi sumbangsih cukup signifikan dalam upaya pemulihan perekonomian Bali yang telah dua tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19. Apresiasi itu disampaikannya dalam sambutan pada acara pembukaan Raker Kementerian Perdagangan RI Tahun 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (10/3/2022).
Lebih lanjut, Wagub Cok Ace menyampaikan terima kasih dan rasa syukur karena banyak komponen yang peduli terhadap Bali. Terlebih, per tanggal 7 Maret 2022, pemerintah mulai menerapkan kebijakan bebas karantina dan Visa on Arrival (VoA) bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari 23 negara yang masuk Bali.
Menurutnya, kebijakan ini diikuti dengan mulai bergairahnya maskapai dengan rute penerbangan internasional membawa penumpang ke Bali.
“Tercatat 11 penerbangan internasional sudah masuk Bali. Tentu hal ini memompa semangat pelaku usaha kami di Bali,” ucapnya.
Masih dalam sambutannya, Guru Besar ISI Denpasar ini menginformasikan bahwa Bali adalah daerah yang mengalami dampak terparah akibat pandemi Covid-19. Selama dua tahun, ekonomi Bali mengalami kontraksi yaitu minus 9,31 persen di tahun 2020 dan minus 2,47 persen di tahun 2021. Situasi ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov Bali untuk melakukan transformasi di bidang ekonomi.
Di hadapan peserta rapat, Wagub Cok Ace menginformasikan bahwa Gubernur Bali Wayan Koster telah merancang konsep Ekonomi Kerthi Bali (EKB) yang bertujuan menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali dengan memperhatikan potensi alam, manusia dan kebudayaan lokal Bali, terutama di sektor pertanian, kelautan dan kehutanan dan industri kerajinan rakyat branding Bali.
Dalam konsep EKB, sektor pariwisata ditempatkan pada posisi ke-6, sementara sektor pertanian dalam arti luas termasuk peternakan dan perkebunan pada posisi pertama dan disusul sektor kelautan/perikanan pada posisi kedua. Sedangkan sektor industri dan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Koperasi ditempatkan pada posisi ke-3 dan 4, disusul sektor ekonomi kreatif dan digital pada posisi lima.
“Sebelumnya kita terlalu tergantung dari pariwisata, dimana 54 persen PDRB Bali bersumber dari sektor itu. Ketika pariwisata terpuruk, ekonomi kita juga ambruk,” imbuhnya.
Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan selamat menggelar rapat kepada jajaran Kemendag RI. Panglingsir Puri Agung Ubud ini berharap, Bali memberi vibrasi positif untuk menghasilkan rumusan kebijakan yang bermanfaat bagi kemajuan di bidang perdagangan. Selain itu, para peserta diharapkan meluangkan waktu untuk berwisata menikmati keindahan alam Pulau Dewata.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3368 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1557 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 801 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan