Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Viral Wisatawan ke Taman Sari Diminta Bayar Tarif Tambahan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah unggahan berkait keluhan netizen saat berwisata di Taman Sari diminta tarif tambahan lantaran dikira fotografer karena menenteng kamera profesional menjadi perbincangan publik. Unggahan yang pertama kali dikabarkan lewat Facebook lalu diunggah ulang akun Twitter @merapi_uncover tersebut salah seorang netizen yang tengah berwisata ke situs Taman Sari terkejut saat diminta membayar foto di lokasi lantaran menenteng kamera profesional.
Ia menerangkan kepada pihak yang berwenang di lokasi bahwa kamera profesional yang dibawanya hanya untuk dokumentasi semata dan objek foto yang diambil tidak untuk diperjualbelikan.
"Posisi saya disitu adalah diajak wisata sama keluarga untuk ngefotoin perjalanan mereka. Nahhh aku kan yo bawa gear saya apa adanya tapi cuma kamera aja sama lensa."
"Nah mereka menstop saya untuk membayar tarif foto sesion karena ngelihat gear saya yang sekelas potografer bukan orang biasa. mereka nanya masnya sebagai fotografer pasti tau kan perbedaan foto sesion sama perjalanan domestik. Yaudah tak jelasin panjang lebar, tapi tetep nyuruh saya keluar nek mau lanjut silakan bayar tarif foto sesion."
"Nahh saya tanya lagi, trus alasannya apa pak kalau foto dengan kamera pro?? wong fotone yo gak mau saya jual belikan dan ini juga cuma sekadar foto keluarga daripada pake hp makanya ngajak saya. Kecuali nak emang ini foto produk, foto prewed atau untuk kepentingan penjualan dan diset sedemikian rupa yang mungkin mengganggu wisatawan laindalam berkunjung."
"Mereka ga bisa jawab bersikukuh nyuruh saya keluar.. Bahkan kamera saya mau saya kasihkan ke mereka tak suruh mengamankan dan saya mau lanjut foto pake hape juga gak diizinkan tetep harus suruh bayar dulu tarif foto sesion dengan embel-embel saya fotografer bukan orang wisata biasa," jelasnya.
Unggahan tersebut pun ditanggapi beragam oleh netizen.
"Bukane wis suwe yo iki aturane? Kebetulan aku fotografer beberapa kali motret prewed neng kono emang tarif resmi sakmono sih. Tapi nek wisatawan biasa sak ngertiku bayar muk 3000 ijine foto," terang Ra*****.
"Masalahnya batasan motret profesional sama untuk pribadi ini ga jelas batasnya di jaman sekarang, foto prewed pake baju kasual ga ngaku kalau prewed juga banyak. Jadi yang jadi patokan adalah alat yang digunakan," kata its*****.
"Yang hidup dari wisata itu kita Jogja, bukan sebaliknya. Kita yang butuh bukan wisatawannya. Mereka masih punya stok banyak misale, makanya jangan mentang-mentang. Kota wisata yo pengelolaannya yang masuk akal. Masa parkir motor 5 ribu misale. Masak kasus seperti itu sampai rame," ciut des*****.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 552 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 411 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 409 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan