Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Google Rilis Fitur Transkripsi Video di YouTube Android
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Google meluncurkan fitur transkripsi video untuk aplikasi YouTube versi Android. Fitur ini sudah diperkenalkan sebelumnya, namun terbatas untuk YouTube versi browser.
Mengutip XDA Developers, Selasa (15/3/2022), fitur Transcript ini muncul di kolom deskripsi video yang ada di bagian bawah.
Pengguna bisa mengetuk opsi 'Show Transcript' untuk memperlihatkan teks dari video.
Tak hanya teks secara keseluruhan, fitur ini juga memuat time stamp atau keterangan waktu di bagian kiri.
Sehingga pengguna bisa melihat detik mana yang menampilkan kalimat tersebut.
Sedikit beda dengan versi browser, fitur transkripsi di YouTube Android ini tidak menampilkan kolom pencarian.
Jadi pengguna tidak bisa mencari kalimat tertentu dengan mengetik karena harus di-scroll secara manual.
Meski demikian, fitur ini dinilai tetap berguna untuk para pengguna karena bisa melihat lengkap transkrip video di aplikasi YouTube Android.
Fitur Transcript ini juga masih belum dirilis secara umum karena hanya terbatas ke beberapa pengguna Android.
Fitur itu pun belum muncul jika pengguna memperbarui aplikasi YouTube ke versi terbaru di Google Play Store.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun