Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Badai Matahari Besar Meluncur ke Bumi, Ini Dampaknya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Badai Matahari diperkirakan akan terjadi selama beberapa hari ke depan. Bagaimana dampaknya kepada Bumi?
Peringatan tersebut diungkapkan oleh Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) dan Meteorologi Inggris atau British Met Office.
Namun lembaga tersebut menyatakan tidak perlu khawatir dengan aktivitas tersebut. Sebab badai Matahari disebut tidak akan menyebabkan kerusakan pada Bumi, dikutip dari Science Alert, Rabu (16/3/2022).
Bumi dilaporkan sudah lebih dulu dilanda badai geomagnetik ringan serta sedang dalam beberapa hari terakhir. Badai tersebut masuk dalam kategori G1 dan G2 dalam skala 5, G5 merupakan yang paling ekstrem.
Dampak dari badai tersebut kemungkinan akan mempengaruhi sinyal radio frekuensi tinggi di lintang tinggi. Perlu adanya tindakan korektif disiapkan bagi satelit karena pergeseran lokasi.
Kemungkinan lain adalah adanya fluktuasi jaringan listrik dan beberapa gangguan pada aktivitas hewan yang bermigrasi.
Selain itu masyarakat Bumi bisa melihat adanya peningkatan aurora borealis dan australis. "Ada kemungkinan peningkatan pada aurora oval pada waktu-waktu selama 13 dan 14 Maret sebagai akibat dari dua Coronal Mass Ejections (CME) dan aliran kecepatan tinggi lubang koronal yang tiba di Bumi," kata British Met Office.
Pertunjukan aurora tersebut dapat dilihat pada garis lintang 55 derajat di setiap kutub.
Sebagai informasi, badai Matahari merupakan cuaca antariksa yang cukup normal terjadi setiap kali Matahari tumbuh lebih aktif. Oleh karena itu CME dan angin Matahari menyebabkan gangguan pada medan magnet Bumi dan atmosfer bagian atas.(sumber: cnbcindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun