Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Maling Angkut Kambing Hasil Curian Pakai Avanza
BERITABALI.COM, NTB.
Warga di Kelurahan Jatibaru Timur Kecamatan Asakota Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mencegat sebuah mobil Avanza yang diduga komplotan pencuri, Rabu (16/3) sekitar pukul 06.00 WITA.
Menurut Kasi Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufrin, jika warga sudah mendapatkan informasi sebuah mobil yang mengangkut kambing hasil curian di Dusun Ndawa Desa Mawu Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. Mobil itu kabur dan akhirnya dihadang oleh warga di Jatibaru Kota Bima.
"Saat dihadang, mobil dengan Nopol EA 1668 L tersebut sempat menabrak bale-bale dan Pertamini milik warga," ungkap Jufrin.
Pelaku diketahui berjumlah tiga orang dan berhasil melarikan diri. Di dalam mobil, juga terdapat lima ekor kambing yang disimpan pada kursi bagian belakang mobil. Kesal karena tidak mendapatkan pelaku kata Jufrin, warga kemudian merusak mobil yang diduga milik pencuri tersebut.
"Kami dapat laporan langsung ke lokasi dan mengamankan mobil yang sudah rusak berat," tandas Jufrin.
Kini tiga terduga pelaku, sedang diburu tim Polres Bima Kota. Kelompok pencurian ternak menggunakan mobil, selama ini sulit tertangkap meskipun sudah lama diketahui modusnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun