Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 24 Oktober 2026
Saraf Kejepit: Ketahui Penyebab, Gejala Hingga Pencegahannya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Saraf kejepit terjadi ketika jaringan dan otot yang mengelilingi saraf menekan saraf itu sendiri. Ini mengganggu kemampuan saraf untuk berfungsi dengan baik. Saraf tulang belakang dan saraf tepi (di tungkai) rentan terjepit. Lantas, apa penyebab saraf kejepit dan bagaimana cara pencegahannya?
Artikel ini akan menjelaskan penyebab saraf kejepit, lengkap bagaimana cara mencegahnya yang dilansir dari situs Very Well Health dan sumber lainnya, Kamis (17/3/2022).
Penyebab
Saraf Anda bisa kerjepit saat jaringan di sekitarnya meradang atau tertekan. Peradangan menyebabkan pembengkakan yang dapat memadati area di sekitar saraf. Trauma fisik (seperti cedera) pada area tersebut juga dapat mengganggu tulang, tulang rawan, dan jaringan lunak di sekitar saraf.
Ada beberapa penyebab yang membuat saraf terjepit. Adapun penyebabnya yaitu sebagai berikut:
- Osteoartritis
- Radang sendi
- Gerakan berulang/berlebihan
- Penyakit sendi degeneratif
- Cedera pada leher, punggung, lengan, atau kaki
- Patah tulang
- Luka bakar
- Kehamilan
- Kenaikan berat badan/ obesitas
- Hipotiroidisme
- Kanker dan tumor
Pencegahan
Meskipun saraf terjepit dikaitkan dengan degenerasi sumsum tulang belakang yang berkaitan dengan usia, Anda masih dapat menyesuaikan gaya hidup Anda untuk mencegah terjadinya saraf terjepit. Adapun cara mencegahnya yakni sebagai berikut:
- Berlatih postur yang baik, terutama saat duduk atau melihat komputer
- Tidur di kasur dan bantal yang nyaman
- Berolahraga secara teratur untuk menjaga persendian Anda tetap longgar dan fleksibel
- Kenakan sabuk pengaman setiap kali Anda bepergian di dalam mobil
- Hindari menyelam ke air dangkal
- Kenakan alat pelindung yang sesuai saat berolahraga dan melakukan aktivitas olahraga apa pun
Gejala
Di atas sudah dijelaskan mengenai penyebab dan pencegahannya. Selain itu, penting juga untuk mengetahui gejalanya. Adapun gejala saraf kejepit yakni sebagai berikut:
- Sensasi terbakar
- Sensasi kesemutan yang terasa seperti tertusuk jarum atau tersengat listrik
- Rasa sakit yang biasanya menyebar jauh dari saraf terjepit
- Nyeri di lokasi yang tampaknya tidak berhubungan (misalnya, di siku atau lengan karena saraf terjepit di leher)
- Area mati rasa pada kulit
- Perasaan tangan atau kaki Anda tertidur
- Berkurangnya sensasi rasa sakit, suhu, atau sentuhan pada area kulit
- Kelemahan otot yang terkena
Demikian informasi mengenai saraf kepit lengkap dengan penyeban, penyebab, dan gejalanya. Jika Anda mengalami beberapa gejala seperti di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5487 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4571 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2473 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2168 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2165 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan